Lakip

BAB IV Lakip 2017

BAB.IV PENUTUP

 

 

  1. Kesimpulan

Laporan Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017 merupakan pertanggungjawaban atas kinerja Dinas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis tahun 2016 – 2021 yang berisi  uraian tentang capaian indikator kinerja kegiatan, program dan sasaran yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Dalam mendukung pelaksanaan capaian target sasaran strategis tersebut Dinas Kelautan  dan Perikanan  Provinsi Sumatera Barat mendapatkan alokasi dana APBD sebesar Rp.59.609.940.043,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp.56.954.329.540,- (95,55%) dan realisasi fisik sebesar 99,84%.

Secara umum capaian kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat pada Tahun 2017 yang terdiri dari atas 7 Indikator Kinerja, Ketujuh indikator kinerja menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan capaian rata – rata 100,00%. Dari analisis capaian kinerja yang telah dilakukan, beberapa kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut:

 

  1. Meningkatnya pendapatan pelaku usaha perikanan  yang terdiri dari 2 indikator kinerja yaitu jumlah pendapatan nelayan dan jumlah pendapatan pembudidaya ikan  dengan jumlah pendapatan nelayan dari target 33.600.000 Rp/org/th terealisasi 36.316.800 Rp/org/th dengan tingkat capaian kinerja sebesar 108,09% dengan nilai sangat baik. Sedangkan untuk Indikator kinerja jumlah pendapatan pembudidaya ikan dari target 40.800.000 rp/org/th terealisasi sebesar 40.800.000 Rp/org/th dengan tingkat capaian kinerja sebesar 100,00% memperoleh nilai sangat baik.
  2. Dari indikator kinerja nilai ekspor hasil perikanan (milyar) dengan target 147,76 milyar terealisasi 206,58 milyar dengan tingkat capaian kinerja sebesar 139,80%  dengan nilai sangat baik. Negara tujuan ekspor 2017 yaitu Singapura, Hongkong, Malaysia, Taiwan, Thailand, Jepang, China, Amerika dan Vietnam.
  3. Untuk tingkat konsumsi ikan di Sumatera Barat tingkat capaian 104,60 % dengan nilai sangat baik. Dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan dan memasyarakatkan makan ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi juga melakukan upaya seperti kegiatan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) dan lomba –lomba masak serba ikan yang bersifat persuasive (mengajak masyarakat untuk makan ikan).

 

Secara umum sasaran-sasaran yang telah disusun  dan rangka  pencapaian target Indikator Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat telah tercapai dengan persentasi capaian sangat baik, hal ini tentunya didukung dengan program/kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, baik melalui dukungan APBD maupun APBN juga dukungan dari kegiatan APBD Kab/Kota.

Dalam  proses pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat masih ditemui sejumlah kendala/permasalahan-permasalahan sebagai berikut  :

 

  1. Pada umumnya nelayan Sumatera Barat masih merupakan nelayan skala kecil.
  2. Masih rendahnya SDM Kelautan dan Perikanan dan Penyuluh Perikanan yang kompeten.

 

  1. Terbatasnya sarana usaha penangkapan serta modal usaha yang cukup khususnya bagi nelayan tradisional sehingga kegiatan penangkapan ikan kurang optimal

 

  1. Masih terbatasnya akses permodalan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap, budidaya dan pengolah / pemasaran produk hasil perikanan

 

  1. Masih terbatasnya ketersediaan jumlah induk unggul di Sumatera Barat, sehingga masih harus mendatangkan induk unggul dari luar Sumatera Barat, diantaranya pulau Jawa.
  2. Tingginya harga pakan yang menjadi salah satu masalah utama bagi pembudidaya ikan. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan pakan ikan diberikan makanan tambahan alami, hal ini tentunya berpengaruh terhadap laju pertumbuhan, daya tahan dan perkembangan ikan yang pada akhirnya akan mempengaruhi terhadap kualitas ikan yang dihasilkan.
  3. Masih belum optimalnya SDM pembudidaya ikan dalam penerapan Cara budidaya ikan yang baik dan cara membuat formulasi pakan ikan yang tepat untuk mengatasi tingginya permasalahan pakan ikan.
  4. Sebagian besar pembudidaya masih menerapkan teknologi konservasi dan belum menerapkan inovasi teknologi pada unit usaha budidaya

 

  1. Masih terbatatasnya sarana dan tenaga pengawasan

 

  1. Masih rendahnya produk olahan hasil perikanan yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi era pasar bebas hasil perikanan  

 

  1. Masih belum optimalnya pengolah paska panen dan diversifikasi olahan

 

  1. Masih adanya kemiskinan di wilayah pesisir

 

  1. Masih belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir, pulau-pulau kecil dan perairan umum secara berkelanjutan.

 

Dalam mengantisipasi permasalahan tersebut maka solusi dan upaya yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai berikut :

  1. Melakukan pemberdayaan nelayan terhadap nelayan tangkap dalam upaya peningkatan produksi perikanan dan pendapatan nelayan melalui fasilitasi sarana penangkapan ikan seperti alat tangkap dan mesin.
  2. Meningkatkan SDM Kelautan dan Perikanan dan Penyuluh Perikanan melalui  bimbingan teknis bagi pembudidaya ikan dan nelayan serta bimbingan pengolah pemasar  hasil perikanan
  3. Menarik peluang-peluang akses permodalan untuk pengembangan usaha bagi nelayan/pembudidaya ikan dan pengolah/pemasaran hasil perikanan berupa bantuan modal usaha yang melibatkan lembaga keuangan baik perbaikan maupun non bank.
  4. Mendorong peningkatan kualitas produk hasil perikanan pasca panen  yang bernilai tambah dan berdaya saing sesuai standar Internasional yang mampu bersaing di pasar global.
  5. Meningkatkan ketersediaan benih ikan bermutu di Sumatera Barat melalui fasilitasi penyediaan induk unggul, pembinaan kepada BBI dan Unit pembenihan Rakyat (UPR) sehingga mampu memproduksi Benih yang berkualitas tinggi.
  6. Berupaya menfasilitasi kelompok pembudidaya ikan dengan mesin pembuat pakan ikan baik melalui anggaran Pusat, Provinsi maupun Kab/Kota dan melakukan pelatihan dalam pembuatan formulasi pakan ikan, sehingga nantinya dapat memenuhi kebutuhan pakan ikan bagi kelompok dan pembudidaya ikan.
  7. Meningkatkan SDM pembudidaya ikan dengan melakukan bimbingan teknis budidaya ikan dan mendorong para pembudidaya menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan mendorong Balai Benih Ikan  dan Unit Pembenihan Rakyat yang ada di daerah untuk meningkatkan kualitas sehingga mampu menciptakan benih – benih yang bermutu melalui penerapan CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik)
  8. Meningkatkan sarana dan prasarana pengawasan
  9. Meningkatkan produksi induk unggul dan benih bermutu melalui peningkatan mutu BBI dan UPR untuk menciptakan BBI dan UPR yang bersertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) serta unit pembudidaya ikan yang bersertifikat CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik)
  10. Meningkatkan pengolahan produk hasil perikanan yang bernilai tambah, berkualitas dan berdaya saing tinggi melalui peningkatan sarana dan prasarana pengolah/peningkatan hasil perikanan.
  11. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan melalui program terpadu dan terintegrasi dengan SKPD terkait dengan memfasilitasi sarana dan prasarana pengembangan usaha dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir di Sumatera Barat.
  12. Mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaat wilayah pesisir, pulau-pulau kecil di Perairan Umum secara berkelanjutan melalui rehabilitasi sumberdaya lingkungan (seperti terumbu karang, mangrove, penanaman pohon pelindung pantai dan restocking perairan umum).
  13. Memperkuat dan meningkatkan sentra pengawasan dalam pengendalian sumberdaya Kelautan dan Perikanan dengan meningkatkan operasional pengawasan dan penerapan sanksi bagi nelayan yang melakukan illegal fishing dan pengrusakan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
  14. Meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas dengan Kab/Kota dan Instansi terkait dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran program kegiatan Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Sumatera Barat

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari kegiatan yang dilaksanakan maka hasil yang dicapai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat dalam Tahun 2017 dari pelaksanaan kegiatan APBD dan APBN adalah :

 

  1. Dicapainya Produksi

Produksi

Tahun 2016

Tahun 2017*

% Kenaikan

Perikanan Tangkap

Budidaya

218.082,80 ton

267.853,39 ton

226.805,90 ton

259.544,52 ton

4,00

-3.10

Angka Tahun 2017  merupakan angka sementara

 

  1. Tingkat Pendapatan Petani/Nelayan :

Pendapatan (Rp/bln)

Tahun 2016

Tahun 2017*

% Kenaikan

 

Pendapatan Nelayan (buruh)

Pembudidaya Ikan

 

2.000.000

 

3.150.000

 

3.026.400

 

3.400.000

 

51,32

 

7,93

Angka Tahun 2017  merupakan angka sementara

 

  1.  Produksi Benih

Produksi Benih

Tahun 2016

Tahun 2017*

% Kenaikan

BBI

UPR

14.757.864 ekor

1.355.302.170 ekor 

15.942.496 ekor

1.530.206.454 ekor

8,03

12,90

Angka Tahun 2017  merupakan angka sementara

 

  1. Ketersediaan Ikan untuk di Konsumsi

Konsumsi

Tahun 2016

Tahun 2017*

% Kenaikan

Tingkat Konsumsi Ikan

 

36,42 kg/kapita/th

38,21 kg/kapita/th

4,91

Angka Tahun 2017  merupakan angka sementara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Jumlah Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Jumlah Nelayan dan Pembudidaya

Tahun 2016

Tahun 2017*

% Kenaikan

Nelayan Laut

N,Perairan Umum

Pembudidaya ikan

42.061 orang

13.420 orang

97.669 orang

42.061 orang

13.420 orang

97.669 orang

-

-

-

Jumlah

154.654 orang

154.654 orang

-

Angka Tahun 2017 merupakan angka sementara

 

  1. Ekspor Komoditas Perikanan

Ekspor

Tahun 2016

Tahun 2017*

% Kenaikan

Ekspor Komoditas Perikanan

2.661.098,7 kg

 

2.954.848 kg

11,04

 

Angka Tahun 2017  merupakan angka sementara

 

  1. Tercapainya PAD Provinsi Sumatera Barat

PAD

Tahun 2016

Tahun 2017

% Kenaikan

PAD

187,48 %

180.97 %

-3,47%

Angka Tahun 2017

 

  1.  Luas Area Usaha Perikanan

Luas (Ha)

Tahun 2016

Tahun 2017*

% Kenaikan

 

Luas area budidaya

 

17.395,24

 

17.945,99

 

3.16

Total

17.395,24

17.945,99

3.16

Angka Tahun 2017  merupakan angka sementara

 

Keberhasilan lainnya yang dicapai dalam Bidang Perikanan sebagai bentuk nyata pelaksanaan program Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat  pada tahun 2017 diantaranya :

  1. Gubernur Sumatera Barat mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kelautan dengan Nomor Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 124/TK/Tahun 2017
  2. Terpilihnya Sr. Firdaus Gultom dalam lomba Pemilihan Putra Putri Maritim Tingkat Nasional sebagai Runner Up 1 untuk Putra Maritim

 

Dari hasil yang dicapai, masih banyak hal-hal yang harus dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan berupa peningkatan sarana dan prasarana produksi bagi Nelayan, Pembudidaya, Pengolah dan Pemasar Ikan, Peningkatan SDM Aparatur maupun Masyarakat Perikanan, Peningkatan Koordinasi dengan Instansi terkait dan Lain-lain.

Demikian Laporan  Kinerja Perangkat Daerah pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017 yang dapat disajikan sebagai pertanggungjawaban pelaksana tugas dan fungsi serta kinerja yang telah di capai berdasarkan kewenangan yang diberikan sesuai dengan ketentuan dan pelaksanaan perundang-undangan yang berlaku.

Atas perhatian semua pihak diucapkan terima kasih.     

 

Padang,        Januari 2018

Kepala Dinas

 

 

 

Ir. Yosmeri

Pembina Utama Madya

Nip.19620105.198803.1.005