Lakip

BAB IV

BAB.IV PENUTUP

 

  •  

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan bentuk pertanggung jawaban Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat yang disusun berdasarkan Capaian Kinerja yang merupakan implementasi dari  Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2011 – 2015 sebagaimana yang diamanatkan dalam PERMENPAN No. 29 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang juga mengacu kepada  Peraturan Gubernur Sumatera Barat No. 65 Tahun 2012 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Perintah (LAKIP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 merupakan cerminan capaian kinerja kegiatan dan sasaran tahun 2014, berdasarkan Rencana Stratejik (Renstra) dan Rencana Kinerja (Renja) yang telah disusun sebelumnya. Lakip merupakan laporan yang terintegrasi dan terkonsolidasi (integrated and consolidated report) terhadap kinerja dinas secara keseluruhan.

Program dan Kegitan yang dilaksanakan oleh setiap unit kerja berpedoman pada Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Renstra Tahun 2011-2015. Adapun program-program tersebut meliputi :

  1. Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Ikan
  2. Program Pengembangan Budidaya Perikanan
  3. Program Pengembangan Pengelolaan Perikanan Tangkap
  4. Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi
  5. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna
  6. Program Gerakan Terpadu Pensejahteraan Ekonomi Nelayan
  7. Program Penyediaan Sarana dan Prasarana
  8. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Perikanan
  9. Program Peningkatan Nilai Tambah Daya SaingHasil Produksi Pertanian dan Perikanan
  10. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan SDM
  11. Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam
  12. Program Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir dan laut
  13. Program Peningkatan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana
  14. Program Pengelolaan Sumberdaya Perairan  Umum, Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

     Secara umum dapat disimpulkan bahwa selama tahun 2014, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat  telah berhasil dan mampu mengemban tugas pokok dan fungsi dengan menggunakan dan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia seperti dana, sarana/prasarana dan sumberdaya manusia. Hal tersebut dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Kasus Illegal fishing pada tahun 2014 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya (tahun 2013 sebesar 77,93%). Dimana dari 411 kapal yang diperiksa melalui kegiatan operasional pengawasan baik di laut maupun di perairan umum, terdapat 265 (64,47%) kasus kapal yang ditemui tidak memiliki dokumen – dokumen yang lengkap seperti SIUP, SIPI dan SIKPI dengan tingkat capaian indikator kinerja kasus illegal fishing 114,04%.
  2. Indikator kinerja luas kawasan konservasi dan rehabilitasi  (Ha) dari taget 407.000 Ha terealisasi 420.265,95 Ha dengan tingkat capaian kinerja sebesar  103,26% (sangat baik). Dan terehabilitasi ekossistem sebanyak 54,6 Ha terdiri dari : 1) Rehabilitasi mangrove dengan luas 37 Ha (Ampang Parak – Surantih Kab.Pesisir Selatan), 2) Pohon pelindung pantai / cemara dengan luas 5,6 Ha (ungai Limau Kab. Padang Pariaman), 3) Transplantasi karang dengan luas 12.00 Ha (Pulau Kasiak, Pulau Pagang dan Pulau Toran). Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian indikator kinerja yaitu mendorong Kab/Kota  untuk menetapkan atau mencadangkan kawasan konservasi, melakukan pembinaan bagi kawasan konservasi yang telah dicadangkan, meningkatkan sosialisasi di kawasan konservasi pada masyarakat pesisir dan melakukan koordinasi dan melakukan pendataan yang lebih baik.
  3. Tahun 2014 pulau-pulau kecil yang dikelola yaitu Pulau ujuang dan Pulau Tangah di Kab. Agam dan  Pulau Koroniki di  Kepulauan Mentawai. Dengan  terealisasinya 5,41% atau 3 pulau  terbuka peluang berinvestasi dan pengembangan pulau yang telah dipetakan potensinya. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian indikator kinerja yaitu dengan meningkatkan pendataan potensi pulau-pulau kecil yang ada di Sumatera Barat, meningkatkan peluang pengembangan terhadap pulau kecil yang telah diidentifikasi potensinya dan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta meningkatkan koordinasi dengan Kab/Kota.
  4. Meningkatnya Produksi perikanan tangkap yang menjadi salah satu sasaran salah satu target kinerja
  5. Adanya fasilitasi Sarana dan Prasarana Pengembangan Perikanan tangkap, budidaya, maupun pengolahan hasil Perikanan baik yang dianggarkan melalui APBD maupun APBN. Untuk Perikanan tangkap pada tahun 2011 telah diserahkan jaring langli sebanyak 10 unit, fish box 88 unit, rumpon 10 unit, kapal 3 unit,  7 unit mesin tempel 15 PK, 2 unit longtail, 9 unit rumpon laut dangkal dan 18 GPS. Pada Tahun 2012 juga diserahkan bantuan trammel net sebanyak 71 unit, fish box sebanyak 1.008 unit, mesin tempel 15 PK sebanyak 17 unit, long tail sebanyak 103 unit, GPS sebanyak 15 unit, gill net monofilament sebanyak 76 unit dan 4 unit apartemen ikan. Dan pada tahun 2013 telah diserahkan bantuan 76 unit longtail, 4 unit rumpon laut dangkal, 4 unit rumpon laut dalam, 100 unit trammel net, 14 unit GPS, 7 unit mesin temple 15 PK, 10 unit ice crusher dan 4 unit apartemen ikan. Serta tahun 2014 telah diserahkan alat tangkap gillnet monofilamen sebanyak 30 unit, rumpon laut dalam 3 unit, GPS  10 unit, rumpon laut dangkal  6 unit, trammel net sebanyak 31 unit. Juga diserahkan kapal pompong sebanyak 3 unit, mesin tempel 5 PK sebanyak 18 unit untuk nelayan Kab. Kep. Mentawai. Peningkatan sarana penangkapan ikan bagi nelayan tradisional berupa 90 unit untuk Kab. Pasaman Barat dengan adanya bantuan ini dapat meningkatnya kapasitas nelayan dari nelayan dayung menjadi perahu bermotor sehingga memudahkan dan meningkatkan jangkauan tempuh dalam melakukan penangkapan. Sesuai dengan peningkatan sasaran tentang peningkatan kapasitas kapal perikanan, maka kapal motor tahun 2013 sebanyak 8.559 unit menjadi 9.038 unit pada tahun 2014 dan menurunnya nelayan dayung dari 1.930 menjadi 1.451 unit. Diserahkan mesin ketinting 62 unit, mesin tempel 15 PK sebanyak 21 unit dan mesin tempel 40 PK sebanyak 1 unit, kapal pompong sebanyak 5 unit pada kegiatan peningkatan sarana nelayan tangkap. Untuk kegiatan peningkatan penggunaan alat tangkap gillnet monofilamen pemberdayaan desa terpadu diserahkan gillnet monofilamen sebanyak sebanyak 85 unit. Mesin longtail sebanyak 285 unit. Dengan kegiatan ini nelayan akan mempunyai sarana yang memadai untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap dan pendapatan nelayan di wilayah pesisir.
  6. Produksi perikanan budidayadengan capaiannya 102,72% (Sangat Baik) pencapaiannya sudah sesuai dengan target sebesar  253.400 ton terealisasi sebesar 260.293,5 ton dengan tingkat capaian sebesar 102,72%  (Sangat Baik). Untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat telah melakukan berbagai upaya melalui program pengembangan budidaya perikanan yaitu pemberian paket bantuan, bibit, benih, pakan, peralatan budidaya dan mesin pembuat pellet. Disamping itu juga peningkatan SDM pembudidaya ikan untuk menghasilkan benih dan bibit yang berkualitas.
  7. Dengan adanya upaya-upaya fasilitasi diatas, tentunya akan meningkatkan produksi, baik produksi laut, perikanan budidaya maupun perairan umum.
  8. Untuk tingkta konsumsi ikan di Sumatera Barat tingkat capaian 100 % (sangat baik). Dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan dan memasyarakatkan makan ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi juga melakukan upaya seperti kegiatan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) dan lomba –lomba masak serba ikan yang bersifat persuasive (mengajak masyarakat untuk makan ikan).

 

Secara umum sasaran-sasaran yang telah disusun  dan rangka  pencapaian target Indikator Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera barat telah tercapai dengan persentasi capaian sangat baik, hal ini tentunya didukung dengan program/kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, baik melalui dukungan APBD maupun APBN juga dukungan dari kegiatan APBD Kab/Kota.

Kinerja dimaksud diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan yang tertuang dalam Renstra 2011 – 2015, yaitu: “Terselenggaranya Pembangunan Kelautan dan Perikanan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara rasional, efisien, berkeadilan dan berkelanjutan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Kelautan dan Perikanan’

Dalam  rangka mencapai Visi, Misi dan Sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan menghadapi prmasalahan-permasalahan sebagai berikut  :

Permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian sasaran dimaksud adalah :

 

  1. Pada umumnya nelayan Sumatera Barat masih merupakan nelayan skala kecil.

 

  1. Masih rendahnya SDM Kelautan dan Perikanan dan Penyuluh Perikanan yang kompeten.

 

  1. Masih terbatasnya akses permodalan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap, budidaya dan pengolah / pemasaran produk hasil perikanan

 

  1. Masih terbatatasnya sarana dan tenaga pengawasan

 

  1. Masih terbatasnya ketersediaan benih/bibit unggul yang mendukung peningkatan produksi di Sumatera Barat

 

  1. Masih belum optimalnya pengolah paska panen dan diversifikasi olahan

 

  1. Masih adanya kemiskinan di wilayah pesisir

 

  1. Masih belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir, pulau-pulau kecil dan perairan umum secara berkelanjutan.

 

  1. Masih tingginya illegal fishing

 

Dalam mengantisipasi permasalahan tersebut maka solusi dan upaya yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai berikut :

  1. Melakukan pemberdayaan nelayan terhadap nelayan tangkap dalam upaya peningkatan produksi perikanan melalui fasilitasi sarana penangkapan ikan seperti alat tangkap dan mesin.
  2. Meningkatkan SDM Kelautan dan Perikanan dan Penyuluh Perikanan melalui alat tangkap bagi nelayan, bimbingan teknis budidaya ikan bagi pembudidaya ikan, bimbingan teknis pengolah dan panen ikan.
  3. Menarik peluang-peluang akses permodalan untuk pengembangan usaha bagi nelayan/pembudidaya ikan dan pengolah/pemasaran hasil perikanan berupa bantuan modal usaha yang melibatkan lembaga keuangan baik perbaikan maupun non bank.
  4. Meningkatkan sarana dan prasarana pengawasan
  5. Meningkatkan produksi benih/bibit ungguldan berkualitas melalui peningkatan mutu BBI dan UPR untuk menciptakan BBI dan UPR yang bersertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) dan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik)
  6. pengolah produk hasil perikanan yang bernilai tambah, berkualitas dan berdaya saing tinggi melalui peningkatan sarana dan prasarana pengolah/peningkatan hasil perikanan.
  7. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan melalui program terpadu dan terintegrasi dengan SKPD terkait dengan memfasilitasi sarana dan prasarana pengembangan usaha dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir di Sumatera Barat.
  8. Mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaat wilayah pesisir, pulau-pulau kecil di Perairan Umum secara berkelanjutan melalui rehabilitasi sumberdaya lingkungan (seperti terumbu karang, mangrove dan penanaman pohon pelindung pantai, restocking perairan umum).
  9. Memperkuat dan meningkatkan sentra pengawasan dalam pengendalian sumberdaya Kelautan dan Perikanan dengan meningkatkan operasional pengawasan dan penerapan sanksi bagi nelayan yang melakukan illegal fishing dan pengrusakan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
  10. Meningkatkan koordinasi,sinkronisasi dan sinergitas dengan Kab/Kota dan Instansi terkait dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran program kegiatan Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Sumatera Barat

 

 

 

 

 

 

 

Dari kegiatan yang dilaksanakan maka hasil yang dicapai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat dalam Tahun 2014 dari pelaksanaan kegiatan APBD dan APBN adalah :

  1. Dicapainya Produksi

Produksi

Tahun 2013

Tahun 2014*

% Kenaikan

Perikanan Tangkap

Budidaya

   221.375,8 ton

206.869,49 ton

227.278,8 ton

260.293,56 ton

2,67

25,83

Angka Tahun 2014  merupakan angka sementara

 

 

  1. Tingkat Pendapatan Petani/Nelayan :

Pendapatan

Tahun 2013

Tahun 2014

% Kenaikan

Nelayan :

Nelayan Pemilik Rp/bln

Nelayan Buruh Rp/bln

Pembudidaya Ikan

 

7.500.000

1.500.000

2.250.000

 

7.800.000

1.600.000

3.000.000

 

4,00

6,66

33,33

Angka Tahun 2014  merupakan angka sementara

 

 

  1. Produksi Benih

Produksi Benih

Tahun 2013

Tahun 2014*

% Kenaikan

BBI

UPR

53.388.917 ekor

1.051.080.412 ekor 

54.456.695,34 ekor

1.339.880.212 ekor

2,00

27,48

Angka Tahun 2014  merupakan angka sementara

 

  1. Ketersediaan Ikan untuk di Konsumsi

Konsumsi

Tahun 2013

Tahun 2014*

% Kenaikan

Ketersediaan ikan untuk di Konsumsi

 

77 kg/kapita/th

84,00 kg/kapita/th

9,09

Angka Tahun 2014  merupakan angka sementara

 

  1. Jumlah angkatan / Kesempatan Kerja Masyarakat

Angkatan Kerja

Tahun 2013

Tahun 2014*

% Kenaikan

Nelayan Laut

N.Perairan Umum

Pembudidaya ikan

36.002 orang

21.120 orang

93.730 orang

40.188 orang

16.367 orang

95.454 orang

11,63

- 22,50

1,84

Jumlah

150.852 orang

152.009 orang

0,77

Angka Tahun 2014 merupakan angka sementara

 

 

  1. Ekspor Komoditas Perikanan

Ekspor

Tahun 2013

Tahun 2014*

% Kenaikan

Ekspor Hasil Perikanan

1.957.753,67 kg

 

2.379,528,02 kg

20,16

 

Angka Tahun 2014  merupakan angka sementara

 

  1. Tercapainya PAD Provinsi Sumatera Barat

PAD

Tahun 2013

Tahun 2014

% Kenaikan

PAD

703.093.600

1.158.072.190

64,71

Angka Tahun 2014

 

 

  1. Perkembangan Lahan Budidaya

Perkembangan Lahan Budidaya (Ha)

Tahun 2013

Tahun 2014

% Kenaikan

Tawar

Laut

Payau

16.811,497

3,37

18,95

16.922,68

3,60

21,27

0,66

6,82

12,24

Total

16.834,17

16.947,55

0,67

Angka Tahun 2014  merupakan angka sementara

 

Keberhasilan dicapai dalam Bidang Perikanan sebagai bentuk nyata pelaksanaan program Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat  pada tahun 2014 diantaranya :

  1. Juara II Tingkat Nasional yang diterima oleh BBI Sicincin Laboratorium Kesehatan Ikan dengan kategori Penilaian Kinerja kelembagaan Perikanan Budidaya
  2. Juara II Tingkat Nasional lomba Pokmaswas oleh Kelompok Masyarakat Pengawas Nago Sakti Nagari Pangkalan Kec. Pangkalan Kab. Lima Puluh Kota
  3. Juara I Tingkat Nasional Lomba Pengelolaan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) yang diterima oleh kelompok pariwisata nyiur melambai kecamatan Nyiur Melambai Pelangah Kec. Ranah Pasisia Kabupaten Pesisir Selatan.
  4. Juara II Tingkat Nasional Lomba Kawasan Minapolitan yang diraih oleh Kab. Agam.
  5. Provinsi Sumatera Barat mendapat penghargaan Adhibakti Minabahari Bidang Gemarikan Kategori Forikan.
  6. Kab. Agam juga merupakan satu – satunya Kabupaten yang mendapat penghargaan dalam pelaksanaan Forikan se Indonesia.

 

Dari hasil yang dicapai, masih banyak hal-hal yang harus dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan berupa peningkatan sarana dan prasarana produksi bagi Nelayan, Pembudidaya, Pengolah dan Pemasar Ikan, Peningkatan SDM Aparatur maupun Masyarakat Perikanan, Peningkatan Koordinasi dengan Instansi terkait dan Lain-lain.

 

Demikianlah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 untuk disampaikan sebagai pedoman selanjutnya, semoga dapat bermanfaat.

Atas perhatian semua pihak diucapkan terima kasih.          

 

Padang,        Januari 2015

Kepala Dinas

 

 

 

Ir. Yosmeri

Pembina Utama Madya

Nip.19620105.198803.1.005