Lakip

Lanjutan ke 5 BAB III

Agam, e)UPR Tantiok Jaya Kab. Agama, f). UPR Aia Baba Kab. Limapuluh Kota, g). UPR Akbar-Kabita Kab. Limapuluh Kota, h). BBI Gajah Tanang Kota Padang Panjang, i) UPR Tayeh Kota Sawahlunto, j). BBIH Kota Bukittinggi, k). BBI Dharmasraya Kab. Dharmasraya, l). BBIH Talao Kota Bukittinggi, m). BBI Sukomenanti  Kab.Pasaman Barat dan UPTD BBI Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman.

Dilihat dari hasil pengukuran capaian indikator sasaran ke 4 ini sudah dapat dicapai dengan baik dan sudah dilaksanakan seluruhnya.

Capaian usaha perikanan budidaya yang dapat sertifikat CPIB sudah mencapai  target karena adanya peningkatan persentase setiap tahunnya. Serta BBI dan UPR yang mendapat sertifikat juga mengalami peningkatan dan persentasenya diatas 100% (sangat baik).

Grafik 3.9

BBI dan UPR yang berserifikat CPIB 2011-2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelaksanaan dari kegiatan APBD dan APBN serta Tugas Perbantuan (TP) untuk mencapai sasaran  4 diatas yaitu “ Meningkatkan produksi, mutu hasil perikanan udidaya dan kesejahteraan pembudidaya” dengan indikator kinerja meningkatnya produksi perikanan budidaya, peningkatan luas area usaha perikanan budidaya, pendapatan budidaya, usaha perikanan budidaya yang  dapat sertifikat CBIB, BBI dan UPR yang mendapat sertifikat (unit). Semakin tinggi persentase kenaikan maka hasil yang dicapai semakin bagus.

Berdasarkan uraian diatas, bila dilihat dari perbandingan peningkatan capaian masing masing indikator kinerja yaitu Produksi perikanan budidaya (ton), Peningkatan luas area usaha perikanan budidaya (Ha/thn), Pendapatan pembudidaya: Rp/kk/bln dan  usaha perikanan budidaya yang dapat sertifikat CBIB (unit) serta BBI dan UPR yang mendapat sertifikat (unit)  dari tahun 2011 - 2014 melalui pelaksanaan program/kegiatan, maka dapat dilihat adanya keterkaitan yang mendukung antara pelaksanaan masing-masing program kegiatan baik APBD maupun APBN terhadap capaian indikator kinerja pada tabel 3.9 sehingga target sasaran 4 (Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan budidaya dan kesejahteraan pembudidaya) dapat dicapai dengan baik.

  1. Analisis Efiensi Penggunaan Sumber Daya.

Keberhasilan capaian indikator Sasaran 4 ini didukung oleh beberapa faktor yang cukup berperan penting dalam pencapaian realisasi masing – masing indikator kinerja sasaran diantaranya 1). Dukungan alokasi penanggaran oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pusat. Tahun 2014 melalui Anggaran APBD telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 11.192.212.500,- atau sebesar 28,37% dari anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Melalui kegiatan APBN Tahun 2014 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 2.955.000.000,-. 2). Potensi luas lahan budidaya  sebesar 484.665,68 Ha yang potensi untuk dilakukan usaha budidaya di kolam, keramba, sawah, budidaya laut dan Jaring Apung. 3). Jumlah pembudidaya ikan yang ada di Sumatera Barat yang cenderang meningkat dari tahun sebelumnyam, dimana jumlah pembudidaya ikan tahun 2013 sebanyak 93.730 org dan menjadi 95.454 orang pada tahun 2014. 4). Dukungan dari Kabupaten/kota dengan sinergiskan program kegiatan antara provinsi dengan Kabupaten/kota dalam upaya pencapaian target sasaran peningkatan produksi perikanan budidaya. Adapun jumlah BBI dan UPR sebanyak 490 buah yang terdiri dari 37 buah BBI dan 453  buah UPR. Sedangkan jumlah BBI dan UPR yang mendapat sertifikat CPIB pada tahun 2014 sebanyak 33 unit yang terdiri dari 19 BBI dan 14 UPR.

  1. Analisis Program / Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan pencapaian Kinerja

Dalam upaya pencapaian indikator kinerja , telah dilakukan beberapa program dan kegiatan yang sangat menunjang yaitu sebagaimana dapat dilihat pada tabel 3.17 berikut :

 

Tabel 3.17

Program/Kegiatan yang menunjang Kinerja Sasaran

 

Sasaran

Indikator Kinerja

Program/Kegiatan

Target capaian

Realisasi

(%) capaian

SASARAN IV

 

Meningkatkan produksi, mutu hasil perikanan Budidaya dan Kesejahteraan Pembudidaya

  1. Produksi Budidaya :....ton

 

  1. Peningkatan Luas area usaha perikanan budidaya

 

  1. Pendapatan pembudidaya

 

  1. usaha perikanan budidaya yang mendapat sertifikat CBIB

 

  1. BBI dan UPR yang mendapat sertifikat CPIB (unit)

Program Pengembangan Budidaya Perikanan

  1. Peningkatan Mutu Unit Pembenihan Rakyat (UPR).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengendalian Hama Penyakit Ikan

 

 

  1. Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya pada Lokasi TMMN

 

 

 

 

  1. Peningkatan Kapasitas BBI dan UPR

 

 

  1. Gerakan Pensejahteraan Petani Terpadu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengembangan Kawasan Agroekowisata Perikanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Peningkatan Produksi Budidaya Ikan Air Tawar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Peningkatan Sarana Prasarana Budidaya Ikan Kerapu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Peningkatan Produksi Budidaya Ikan Lele

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengembangan Usaha Budidaya Kepiting

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi

  1. Pengembangan Ikan Nilapada Kawasan Sentra Produksi

 

 

 

 

 

  1. Pengembangan Ikan Kerapu pada Kawasan Sentra Produksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengembangan Ikan Lele, Mas, Gurami pada Kawasan Sentra Produksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program Penyediaan Sarana dan Prasarana

 

  1. Peningkatan Sarana Prasarana dan Tekhnologi UPTD BBIP

 

 

 

 

  1. Peningkatan Sarana Prasarana dan Tekhnologi UPTD BBI

 

 

 

 

Program Pensejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir

  1. Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Pada Masyarakat Pesisir

 

 

 

 

 

 

 

Program Pengembangan Tekhnologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian Tepat Guna.

  1. Penerapan Tekhnologi Pembuatan Pakan Ikan

 

 

  1. Peningkatan Tekhnologi Pakan Ikan

 

 

calon induk ikan Nila Nirwana 20.000 ekor, induk mas 1.500 kg, induk lele 1.000 kg, induk gurami, pakan 13.080 kg

 

Temu Lapang 1 kali, 30 org

 

benih Nila  130.000 ekor  dan pakan 6.500 kg.

 

 

Pelatihan MPM 1 kali, 25 org

 

Benih Nila  17.000 ekor,  benih ikan mas sebanyak 65.000 ekor, benih lele 175.000 ekor, gurami 52.500 ekor dan 36.350 kg pakan

 

ikan Nila 300 kg, ikan mas 300 kg, ikan gurami 300 kg, ikan lele 250 kg, garing 200 kg , ikan hias yang terdiri dari koi 120 ekor, koki 250 ekor, ikan komet 150 ekor, manfish 150 ekor, black gost 250 ekor dan ikan Rainbow 500 ekor serta pakan 2.500 kg , akuarium, ikan gararufa, benih ikan bilih, ikan black gost

 

benih ikan nila  290.475 ekor, 210.000, benih lele 210.000 ekor, benih gurami 103.000 ekor, benih ikan mas 257.000 ekor dan pakan  71.820 kg untuk 8 Kab/Kota

 

benih ikan nila 765.000 ekor, benih Gurami 180.000 ekor dan pakan ikan 49.440 kg untuk 6 kab/kota

 

benih ikan kerapu 6.600 ekor, Keramba Jaring Apung (KJA) HDPE 4 lubang 1 unit, KJA HDPE 10 lubang 2 unit, sampan dan mesin long tail masing - masing 3 unit, peralatan budidaya kerapu 3 paket  untuk 2 kab/kota

 

benih lele 405.000 ekor, pakan 43.380 kg ,kolam terpal 60 unit  dan obat-obatan untuk 6 Kab/kota

 

benih kepiting 800 kg, keramba 30 unit, pakan segar 1.800 kg, anjang-anjang 30 unit, dan bahan obat-obatan

 

 

 

benih Nila 800.000 ekor dan pakan 53.400 kg untuk 10 Kab/Kota

 

benih kerapu hybdrid 37.750 ekor, KJA HDPE 6 lobang 1 unit, pakan ikan 4.200 kg, sampan 1 unit, mesin long tail 1 unit,  pembudidaya daya ikan di 4 Kab/Kota

 

benih ikan mas 260.000 ekor, benih gurami 140.000 ekor, benih lele 380.000 ekor dan pakan ikan 49.300 kg

 

 

 

 

operasional BBIP Teluk Buo dan Instalasi BBI sei. Nipah 12 bln.

 

operasional BBI Sentral Sicincin dan Instalasi BBI selama 1 tahun.

 

 

 

benih 114.000 ekor, pakan ikan 15.580 kg, kolam lele terpal  76 unit untuk38 kk miskin di 5 Kab/kota

 

 

 

 

 

3 unit mesin pellet, 3 kab/kota

 

3 unit mesin pellet, 2 kab/kota

 

 

calon induk ikan Nila Nirwana 20.000 ekor, induk mas 1.500 kg, induk lele 1.000 kg, induk gurami, pakan 13.080 kg

 

Temu Lapang 1 kali, 30 org

 

benih Nila  130.000 ekor  dan pakan 6.500 kg.

 

 

Pelatihan MPM 1 kali, 25 org

 

Benih Nila  17.000 ekor,  benih ikan mas sebanyak 65.000 ekor, benih lele 175.000 ekor, gurami 52.500 ekor dan 36.350 kg pakan

 

ikan Nila 300 kg, ikan mas 300 kg, ikan gurami 300 kg, ikan lele 250 kg, garing 200 kg , ikan hias yang terdiri dari koi 120 ekor, koki 250 ekor, ikan komet 150 ekor, manfish 150 ekor, black gost 250 ekor dan ikan Rainbow 500 ekor serta pakan 2.500 kg.

 

 

 

 

 

 

 

benih ikan nila  290.475 ekor, 210.000, benih lele 210.000 ekor, benih gurami 103.000 ekor, benih ikan mas 257.000 ekor dan pakan  71.820 kg untuk 8 Kab/Kota

 

benih ikan nila 765.000 ekor, benih Gurami 180.000 ekor dan pakan ikan 49.440 kg untuk 6 kab/kota

 

benih ikan kerapu 6.600 ekor, Keramba Jaring Apung (KJA) HDPE 4 lubang 1 unit, KJA HDPE 10 lubang 2 unit, sampan dan mesin long tail masing - masing 3 unit, peralatan budidaya kerapu 3 paket  untuk 2 kab/kota

 

benih lele 405.000 ekor, pakan 43.380 kg ,kolam terpal 60 unit  dan obat-obatan untuk 6 Kab/kota

 

benih kepiting 800 kg, keramba 30 unit, pakan segar 1.800 kg, anjang-anjang 30 unit, dan bahan obat-obatan

 

 

 

benih Nila 800.000 ekor dan pakan 53.400 kg untuk 10 Kab/Kota

 

benih kerapu hybdrid 37.750 ekor, KJA HDPE 6 lobang 1 unit, pakan ikan 4.200 kg, sampan 1 unit, mesin long tail 1 unit,  pembudidaya daya ikan di 4 Kab/Kota

 

benih ikan mas 260.000 ekor, benih gurami 140.000 ekor, benih lele 380.000 ekor dan pakan ikan 49.300 kg

 

 

 

 

operasional BBIP Teluk Buo dan Instalasi BBI sei. Nipah 12 bln.

 

operasional BBI Sentral Sicincin dan Instalasi BBI selama 1 tahun.

 

 

 

benih 114.000 ekor, pakan ikan 15.580 kg, kolam lele terpal  76 unit untuk38 kk miskin di 5 Kab/kota

 

 

 

 

 

3 unit mesin pellet, 3 kab/kota

 

3 unit mesin pellet, 2 kab/kota

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

75

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

100

Dilihat dari tabel di atas, terlihat jelas program dan kegiatan yang telah di lakukan sangat mendukung keberhasilan kinerja sasaran 4. Hal ini juga ditunjukkan dengan capaian program yang terlaksana 100%. Berbagai bentuk fasilitasi dilakukan diantaranya untuk meningkatkan produksi benih dan  bibit unggul yang berkualitas, meningkatkan sasaran dan prasarana budidaya, meningkatkan kapasitas BBI dan UPR yang bersertifikat serta peningkatan SDM pembudidaya ikan.  Upaya ini jelas ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya yang bermutu yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di Sumatera Barat.

2.5

Sasaran 5

Meningkatnya Pemasaran Hasil Perikanan dan Konsumsi Ikan

 

Berdasarkan Undang-Undang Perikanan No 45 tahun 2009 pada Pasal 25 ayat (1)  mengamanatkan bahwa “Usaha perikanan dilaksanakan dalam sistem bisnis perikanan, meliputi praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran”.   Selanjutnya, peran pemasaran dalam negeri dituangkan di dalam Pasal 25B yaitu bahwa :

  1. Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan pemasaran usaha perikanan  baik di dalam negeri maupun ke luar negeri;
  2. Pengeluaran hasil produksi usaha perikanan ke luar negeri  dilakukan apabila produksi dan pasokan di dalam negeri telah mencukupi kebutuhan konsumsi nasional.

Dan Pasal 25 C ayat (1) Pemerintah membina dan memfasilitasi berkembangnya industri perikanan nasional denan mengutamakan penggunaan bahan baku dan sumberdaya manusia dalam negeri

Dari amanat yang tertuang di dalam UU Perikanan tersebut menggambarkan bahwa pemasaran dalam negeri hasil perikanan memiliki nilai strategis setidaknya dari sisi fungsi ekonomi dan penyelenggaraan pangan nasional.

Sasaran 5 yang ditetapkan dalam Revisi Rencana Strategis 2011 – 2015 yaitu “ Meningkatnya pemasaran hasil perikanan dalam negeri” dengan indikator kinerja yaitu :

1.  Ekspor hasil perikanan dengan target 2.191,56 (ton)

2. Tingkat Konsumsi Ikan dengan target 33 kg/kapita/th

2.5.1. Perbandingan antara Target dengan realisasi  Kinerja

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam tabel 3.18 sebagai berikut :

Tabel 3.18  Hasil Pengukuran Pencapaian Target  Indikator Kinerja

                               Sasaran 5

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian Kinerja

Kategori

  1. Ekspor Hasil Perikanan (ton)

 

  1. Tingkat Konsumsi Ikan (kg/kapita/th)

2.191,56

 

33

 

 

2.379,53

 

33

 

108,58

 

100

Sangat Baik

 

Sangat Baik

 

 

Berdasarkan Hasil Pengukuran Sasaran 5 pada tabel diatas, terlihat bahwa semua capaian indikator melampaui target yang telah ditetapkan. Semua capaian termasuk dalam kategori sangat baik. Uraian capaian indikator kinerja tersebut adalah : Ekspor hasil perikanan (ton) tingkat capaiannya 108,58% dengan kategori sangat baik. Tingkat konsumsi ikan (kg/kapita/th) tingkat capaiannya 100% dengan kategori sangat baik.

 

  1. Perbandingan antara Realisasi Kinerja dengan Capaian Kinerja Tahun sebelumnya

Capaian Indikator sasaran 5 ini jika dibandingkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 akan memperlihatkan hasil sebagaimana tabel 3.16 berikut :

 

Tabel 3.19. Hasil Pengukuran Pencapaian Target Indikator Kinerja Sasaran 5

    Tahun 2011 -2014

No

Indikator Kinerja

2011

2012

2013

2014

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian %

1.

 

 

Ekspor hasil perikanan (ton)

 

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

2.

Tingkat konsumsi ikan (kg/kapita/th)

 

30

29,53

98,43

31

31,38

104,60

32

33,39

104,34

33

33

100

 

Dari tabel diatas terlihat adanya peningkatan realisasi dari tahun 2011 sampai dengan 2014 yaitu pada tahun 2011 capaian ekspor hasil perikanan dengan capaian sebesar 121,90 (sangat baik), tahun 2012 dengan capaian kinerja 87,75% (sangat baik), tahun 2013 dengan capain kinerja 107,20% dan tahun 2014 dengan capaian 100%. Dan untuk tingkat konsumsi ikan dengan capaian kinerja sangat baik. Hal ini berarti terjadinya peningkatan kinerja pada sasaran ke 5 dari tahun - ketahun  yaitu capaiannya sangat baik.

 

  1. Perbandingan Kinerja denganTarget Jangka Menengah

Jika realisasi indikator sasaran 5 tahun 2014 dibandingkan dengan target jangka menengah, dapat dilihat dari tabel 3.20. dibawah ini:

Tabel 3.20  Perbandingan Kinerja dengan  Target Jangka Menengah

Sasaran 5

Indikator Kinerja

Realisasi Tahun 2014

Target Tahun 2015

Capaian (%)

  1. Ekspor Hasil Perikanan (ton)

 

  1. Tingkat Konsumsi Ikan (kg/kapita/th)

2.379,53

 

33

 

 

 

2.651,79

 

34

 

 

89,73%

 

97,06%

 

Dilihat dari uraian tabel di atas, jika dikaitkan dengan Target Jangka Menengah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat sampai dengan Tahun 2015, maka capaian ekspor hasil perikanan sampai dengan tahun 2014 sebesar 89,73% dan untuk indikator Tingkat Konsumsi Ikan sebesar 97,06% dari target jangka menengah tahun 2015. Untuk mencapai target mencapai target sampai dengan Tahun 2015 Dinas kelautan dan Perikanan terus melakukan program kegiatan yang sangat mendukung pencapaian indikator kinerja dengan tetap melanjutkan program yang telah ada serta melakukan program kegiatan sesuai dengan issu terkini serta kebijakan pembangunan Kelautan dan Perikanan yang selaras dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun jika dibandingkan dengan capaian ekspor hasil perikanan di Kalimantan Selatan yang hanya sebesar 75,08%, maka capaian ekspor hasil perikanan Sumatera Barat lebih tinggi (sebesar 89,73%).

 

  1. Analisis Keberhasilan Pencapaian Kinerja

Keberhasilan dari pencapaian sasaran ini adalah dengan adanya program-program pemerintah yang dilaksanakan untuk meningkatkan produksi, mutu hasil perikanan budidaya dan kesejahteraan pembudidaya, baik dari dana APBD, APBN maupun dana-dana lainnya. Program - program yang dilaksanakan antara lain adalah

  1. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Perikanan dengan kegiatan:
    • Pameran dan Promosi Tingkat Propinsi, Nasional dan Internasional
    • Penyebarluasan Gerakan Makan Ikan
    • Pameran Indsutri Bahari Expo
    • Temu Bisnis dan Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan
    • Peningkatan Pemasaran Pelaku Usaha Perikanan
    • Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan)
  2. Program Peningkatan Nilai Tambah Daya Saing Hasil Produksi Pertanian, dan Perikanan
    • Temu Usaha Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Perikanan
    • Dukungan Pengembangan Gerakan UMKM Terpadu
    • Diversifikasi Pengolahan Ikan
    • Pengembangan Sistem Jaminan Mutu pada Balai Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan
    • Apresiasi Pembinaan Penerapan Sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan Good Manufacture Practice (GMP) Produk Hasil Perikanan, Good Handing Pratice (GHP)
    • Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Perikanan
    • Peningkatan Kapasitas Pendamping Mitra Bank (KKMB)
  3. Program Pensejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir
    • Pengembangan dan Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Masyarakat Pesisir.
  4. Program Pengembangan Tekhnologi Informasi Pertanian dan Peningnkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian Tepat Guna
  • Diseminasi Alat Mekanisasi Perikanan

Seluruh kegiatan yang terdapat dalam program-program ini capaian kinerjanya sangat baik, hal ini bisa dilihat dari realisasi capaian target indikator sasaran 5 melalui capaian indikator kinerja, uraian capaian indikator kinerja  yang secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut:

 

 

 

 

  • Capaian Indikator Kinerja Ekspor hasil perikanan (ton).

Program dan kegiatan pemasaran ikan segar untuk konsumsi dalam negeri maupun  untuk kebutuhan ekspor diarahkan guna menunjang kelangsungan upaya tingkat perbaikan, tingkat penghasilan nelayan/pembudidaya ikan serta pengolah hasil perikanan disamping untuk menyediakan makanan yang lebih sehat untuk dikonsumsi dan menarik selera bagi konsumen, serta mampu secara optimal meningkatkan kesejahteraan para pelaku terutama dalam memberikan nilai tambah (added value).

 

 

Gbr. Penanganan produk hasil perikanan untuk meningkatkan ekspor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Faktor utama pada pemasaran ikan segar adalah informasi yang tepat dan cepat antara daerah produsen dan pusat konsumen, karena harga ikan di beberapa daerah tertentu/produsen dari waktu ke waktu sangat bervariasi. Sering terjadi ikan menumpuk di suatu daerah  dengan harga yang sangat rendah padahal di daerah lain dengan waktu yang relatif sama kekurangan ikan, sehingga harga ikan sangat mahal.

Dalam rangka mempertahankan mutu ikan supaya tetap dapat dimakan (dalam keadaan sehat bagi konsumen) dan lebih menarik selera konsumen baik dari segi rasa maupun dari sisi penyajiannya, diperlukan penyiapan  sarana   pengolahan   serta   penyempurnaan   sistem    dan  mekanisme pemasarannya, sehingga setiap produk berupa ikan yang telah dihasilkan dapat sampai ketangan konsumen dalam keadaan baik dan sehat untuk dikonsumsi.

Upaya pengolahan dan pengawetan produk perikanan mutlak diperlukan guna menjaga agar produk yang dihasilkan pembudidaya ikan/nelayan dapat sampai ditangan konsumen dalam keadaan baik dan layak dimakan (Consumable). Hal ini mengingat bahwa ikan adalah komoditi pangan yang sangat mudah membusuk (Highly perishable).

Ikan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh, kecerdasan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mutu protein ikan cukup tinggi karena mengandung asam amino yang lengkap sehingga termasuk protein komplit. Di samping itu ikan memiliki lemak dengan keunggulan khusus yaitu mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menurunkan kolesterol dalam darah, mencegah terjadinya agregasi keping darah merah serta dapat mengurangi resiko penyakit jantung, selain protein ikan dilengkapi dengan mineral dan vitamin yang sangat di butuhkan bagi tubuh yang berperan agar tubuh tetap sehat dan dapat menangkal serangan penyakit.         

Dalam kerangka tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan akan berperan dalam pegembangan industri pengolahan, perbaikan mutu hasil perikanan dan memperkuat jejaring serta daya tembus pemasaran produk hasil perikanan dalam dan luar negeri dalam rangka  menjaga stabilitas produksi serta ketahanan pangan. Berdasarkan Rencana Strategis Tahun 2011 -2015 dan Penetapan Kinerja Tahun 2014 Dinas Kelautan dan Perikanan, sasaran ke 5 yang akan diwujudkan yaitu “ Meningkatnya hasil pemasaran dan Konsumsi Ikan.

Dalam pencapaian sasaran meningkatnya hasil pemasaran dan konsumsi ikan  dengan indikator kinerja seperti pada tabel diatas dapat terlaksana.

Dari indikator kinerja ekspor hasil perikanan (ton) dengan target 2.191,56 ton terealisasi 2.379,50 ton dengan tingkat capaian kinerja sebesar 108,58% (Sangat baik). Daerah tujuan ekspor 2014 yaitu Singapura, Hongkong, Malaysia, Taiwan, Thailand, Jepang, China, Amerika dan Vietnam.

Pencapaian target indikator sasaran ini dilaksanakan dengan kegiatan:

< >Pameran dan promosi tingkat Provinsi, Nasional dan Internasional

Pameran Industri bahari expo

Temu bisnis dan investasi sektor kelautan  dan perikanan

Peningkatan pemasaran  pelaku usaha perikanan

Temu usaha akses permodalan bagi pelaku usaha sector perikanan

Pengembangan sistem jaminan mutu pada balai laboratorium pembinaan dan pengujian mutu hasil perikanan

aksanakan pertemuan Peningkatan Kapasitas Pendamping Mitra Bank (KKMB) tahun 2014 di 3 lokasi yaitu Padang Pariaman tanggal 23 April 2014, Kab. Pesisir Selatan tanggal 21 April 2014 dan Kab. Pasaman tanggal 25 April 2014 dengan hasil meningkatnya kapasitas Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) sektor Kelautan dan Perikanan  dalam   mendampingi   UMKM   perikanan   dalam mengakses permodalan  dari  perbankan.  Kredit   fasilitasi    KKMB    Rp.18.476.000.000,-

 

Data tabel ekspor dapat dilihat pada tabel 3.21 dibawa ini:

Tabel. 3.21. DATA EKSPOR TAHUN 2014

 

                                     

No

Jenis

Bulan

TOTAL (KG)

TOTAL (TON)

HARGA RATA-RATA  / KG

TOTAL HARGA

KET

 

Jan

Feb

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

(KG)

 

1

Ikan Tuna Segar

              18,024

            36,600

           16,382

            22,629

           11,497

               50,168

        34,357

              19,103

              12,335

           28,781.3

              13,438

              2,409

              265,723

            265.72

                   100,000

                   26,572,330,000

 

 

2

Ikan Kerapu

              6,000

             6,000

          6,000

                   -  

                -  

                      -  

       6,000

             6,000

                   -  

                   -  

             6,000

 -

              36,000

             36.00

                   100,000

                  3,600,000,000

 

 

3

Teripang

                    57

                    -  

                -  

                   23

                  1

                      12

              -  

                     21

                    12

                   10

                     2

 -

                     138

                0.14

                     25,000

                           3,450,000

 

 

4

Ikan Hias Laut

                 2,181

                1,433

         1,206.2

                1,531

            1,416

                 1,002

         1,860

                1,100

             1,739.8

               2,145

             1,420.8

                1,170

                18,205

              18.20

                     25,000

                          455,117,500

 

 

5

Benih Ikan Garing

                    -  

                    -  

                -  

              2,100

           3,780

                      -  

              -  

              2,000

                   -  

            1,680.8

                    -  

              2,100

                 11,661

               11.66

                        1,200

                            11,473,200

 

 

6

Ikan Segar

                    -  

                    -  

                -  

                   -  

                -  

                      -  

              -  

                    45

                   -  

                   -  

                    -  

 -

                      45

               0.05

                     50,000

                           2,250,000

 

 

7

Lobster Air Tawar

                    -  

                    -  

                -  

                   -  

                -  

                      -  

            225

                    -  

                   -  

                   -  

                    -  

                   75

                   300

               0.30

                  300,000

                       90,000,000

 

 

8

Ikan Betutu

                    -