Lakip

Lanjutan ke 4 BAB III

  • Gerakan pensejahetaraan petani terpadu yaitu telah diserahkan bantuan benih nila sebanyak 175.000 ekor (35 paket), Pakan 12.600 kg, benih ikan mas sebanyak 65.000 ekor (13 Paket) pakan 5.200 kg, Benih ikan lele 175.000 ekor (35 paket) pakan 14.350 kg,benih ikan gurame: 52.500 ekor (35 paket) pakan 4.200 kg dan terpal plastik 140 buah. Hasil yang diperoleh yaitu adanya peningkatan kesejahteraan petani dengan melaksanakan penambahan jam kerja petani dari 3 jam menjadi 8 sehari dengan minimal 3 jenis usaha atau lebih, dan peningkatan kemandirian usaha tani dan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kegiatan pembudidayaan ikan, termanfaatkannya secara optimal potensi perikanan di kab/kota sasaran, meningkatnya keterpaduan pembinaan oleh beberapa SKPD pemerintah dalam memberikan  pelayanan kepada masyarakat serta terjadi percepatan pemberdayaan masyarakat tersebut
  • Peningkatan produksi perikanan budidaya yaitu telah diserahkan bantuan benih nila 765.000 ekor, pakan 32.200 kg, benih ikan gurame 180.000 ekor, pakan 13.240 kg, vitamin C-san Aquatil 160 buah dan biovit 160 buah.
  • Peningkatan produksi ikan lele yaitu telah diserahkan bantuan pada bulan bulan Agustus 2014 ke Kab. Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh bulan Agustus 2014, Kab.Sijunjung dan Kota Padang bulan Agustus 2014, sedangkan Kab. Agam pada bulan Juli 2014 berupa kolam terpal sebanyak 60 unit, benih lele sebanyak 405.000 ekor, pakan lele halus sebanyak 900 kg dan pakan lele kasar sebanyak 42.480 kg. Dengan diberikannya paket bantuan kepada kelompok tersebut maka diperoleh hasil yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam usaha perikanan budidaya, meningkatnya produksi perikanan, walaupun belum seluruhnya panen tapi dari penerima paket yang sudah panen produksi berkisar antara 600 kg – 1.500 kg dan bertambahnya pendapatan pembudidaya ikan rata-rata Rp. 750.000,- per bulan. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatnya produksi lele di Sumatera Barat dari tahun 2013 sebesar 26.257,65 ton menjadi 35.169,98 ton tahun 2014
  • Peningkatan sarana prasarana dan teknologi UPTD BBIP (telur kerapu dan sarana prasarana.
  • Peningkatan sarana prasarana dan teknologi UPTD BBI
  • Pengembangan usaha budidaya kepiting yaitu telah diserahkan bantuan pada bulan Oktober s/d November 2014 di Kab.Pasaman Barat berupa keramba Uk 2 x 2 x 1 m sebanyak 30 unit, pakan segar 1.800 kg, vitamin C-San Aquatik 60 buah, Biovit 60 buah, benih kepiting 800 kg, rakit bambu dan wadah budiday 30 unit, Sesar 30 buah, baskom 30 buah, Steroform 30 buah.
  • Serta dilaksanakan pengembangan usaha budidaya ikan pada masyarakat pesisir berupa kolam terpal 76 unit, benih lele 114.000 ekor, pakan lele halus 380 kg dan pakan lele kasar 15.200 kg. guna untuk mengembangkan mata pencaharian masyarakat di daerah pesisir dan mendorong tumbuh kembangnya usaha perikanan bagi masyarakat pesisir. Juga dilaksanakan pelatihan. Adapun hasil yang dicapai terjadi peningkatan produksi dan pendapatan, dimana melalui usaha budidaya lele, mereka sudah panen antara 300 – 500 kg dan memberikan tambahan pendapatan rata-rata Rp. 300.000 /bln

Untuk mencapai kinerja jumlah produksi budidaya ini didukung oleh kegiatan APBN

 

  • Capaian Indikator Kinerja Peningkatan Luas area UsahaPerikanan Budidaya

Sedangkan indikator kinerja peningkatan luas areal usaha  perikanan tahun 2014 dari target 350 Ha, teralisasi sebesar 401,55 Ha dengan capaian 114,73% (Sangat baik) hal ini di dukung oleh program kab/kota, dimana Kab/Kota sedang mengupayakan perluasan areal budidaya dalam rangka pembangunan perikanan budidaya  di 16 Kab/Kota. Hal ini dapat dilihat dari penambahan luas areal untuk usaha perikanan budidaya Kab/Kota Provinsi Sumatera Barat tahun 2014  dengan uraian:

No.

Kabupaten/Kota

Luas Kolam Baru/Ha

Keterangan

1.

Kab. Dharmasraya

28,6

 

2.

Kab. Pasaman

13

 

3.

Kab. Agam

23

 

4.

Kab. Solok Selatan

33

 

 

Jumlah

99,60

 

 

Pencapaian target indikator ini dilaksankan dengan baik dan didukung oleh beberapa kegiatan yaitu:

a.    Telah dilaksanakan pelatihan teknis peningkatan produksi budidaya ikan air tawar  pada tanggal 26 s/d 27 Juni 2014 di BBI Sentral Sicincin dengan peserta 40 orang yang terdiri dari kelompok pembudidaya Kab/Kota

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk usaha perikanan budidaya dan cara teknis budidaya ikan di KJA.

b.    Telah diserahkan benih ikan nila sebanyak 800.000 ekor dan pakan ikan nila  53.400 kg. Dengan hasil meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan pembudidaya dalam usaha perikanan budidaya sehingga berkembangnya usaha budidaya nila pada kawasan sentra produksi dan meningkatnya produksi perikanan, walaupun belum seluruhnya panen tapi dari penerima paket yang sudah panen produksi berkisar antara 200 kg sampai 1 ton serta bertambahnya pendapatan pembudidaya ikan rata – rata Rp. 1.000.000,-

c.     Telah diserahkan bantuan benih mas 260.000 ekor, benih gurami 140.000 ekor, benih lele 380.000 ekor, pakan mas 19.000 kg, pakan gurami 9.500 kg, lele halus 800 kg, lele kasar 20.000 kg.

d.   Pengembangan ikan kerapu pada kawasan sentra produksi  yaitu bantuan benih kerapu hybrid 35.750 ekor, pakan benih 4.200 kg, KJA HDPE (6 lobang) 1 unit, sampan 1 unit dan mesin longtail 1 unit.

Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini yaitu bertambahnya luas lahan budidaya ikan serta meningkatnya produksi perikanan budidaya dan pendapatan masyarakat.

 

  • Capaian Indikator Kinerja Pendapatan Pembudidaya

 

Untuk indikator kinerja peningkatan pendapatan pembudidaya  dari target  Rp.2.500.000/kk/bln teralisasi sebesar Rp.3.000.000/kk/bln dengan capaian 120% (Sangat Baik) dengan menghitung jumlah pendapatan pembudidaya perjenis usaha perbulan dibagi jenis usaha yang ada. Jenis usaha diperoleh dari jenis produksi, nilai produksi, jumlah pembudidaya dan biaya produksi menurut jenis usaha kolam, keramba, sawah, jaring apung, KAD, Tambak, Budidaya Laut dan lain-lain. Capaian indikator kinerja pendapatan pembudidaya merupakan dampak dari pencapaian indikator  kinerja jumlah produksi budidaya dan indikator peningkatan luas lahan budidaya diantaranya melalui program pengembengan perikanan budidaya baik APBD maupun APBN sebagaimana yang telah diuraikan diatas. Hal ini tentunya mempengaruhi pendapatan pembudidaya ikan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidya ikan.

Pendapatan pembudidaya ikan Sumatera Barat tahun 2011 sampai dengan tahun  2014 dapat dilihat dari tabel 3.7 berikut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik 3.7.

Pendapatan Perikanan Budidaya Ikan 2011-2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Capaian Indikator Kinerja Usaha perikanan budidaya yang dapat sertifikat CBIB

 

Indikator kinerja usaha perikanan budidaya yang dapat sertifikat CBIB dari target 350 unit terealisasi sebesar 641 unit dengan tingkat capaian 183,14% (Sangat Baik) yaitu yang dinilai sebanyak 256 unit usaha dan yang lulus mendapat  sertifikat CBIB sebanyak 242 unit. Penilaiannya dilakukan di 16 Kab/Kota yaitu Kab. 50 Kota, Kab. Sijunjung, Kab. Dharmasraya, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kab.Solok Selatan, Kab. Solok, Kota Solok, Kota Pariaman, Kota Padang, Kab. Pasaman, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh dan Kab. Padang Pariaman

Untuk capaian peningkatan luas area usaha perikanan budidaya yang mendapat sertifikat CBIB dengan capaian target sudah melebihi 100% (sangat baik), hal ini dapat dilihat dari capaian tahun 2011 sebesar 65 Ha, tahun 2012 sebesar 186,6 Ha,  tahun 2013 sebesar 304,95 Ha  dan tahun 2014 sebesar 401,55 Ha  dapat dilihat dari grafik 3.8 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik 3.8

UPR yang mendapat sertifikat CBIB Tahun 2011-2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk pencapaian target kinerja di atas hal-hal yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Kegiatan pengendalian hama penyakit ikan yaitu :
  • Telah dilaksanakan Temu Lapang Pengendalian Hama Penyakit Ikan pada tanggal 30 April 2014 di Aula Dinas Kesehatan Kab.Agam dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari petugas dan pembudidaya.
  • Juga dilaksanakan Pelatihan Hama Penyakit Ikan Laut pada tanggal 21 s/d 22 Agustus 2014 di BBIP Sei. Nipah Kab. Pesisir Selatan dengan peserta sebanyak 30 orang dari petugas dan pembudidaya dari Kota Padang, Kab.Pesisir Selatan, Kab.Kep.Mentawai dan Kab. Pasaman Barat.
  • Terlaksananya pengadaan bahan obat ikan sebanyak 1 unit
  • Hasil dari kegiatan Temu Lapang Pengendalian Hama Penyakit Ikan adalah meningkatnya keterampilan pembudidaya dalam hal penggunaan vaksin untuk pengendalian HPI dimana mereka sudah mampu melakukan vaksinasi dan pengobatannya.
  • Hasil dari kegiatan Pelatihan Hama Penyakit Ikan Laut adalah berkurangnya kasus hama penyakit ikan laut dan dapat tercegahnya pengendalian penyakit ikan secara dini, cepat dan tepat, dimana pada tahun lalu ada 1 kasus ikan kerapu yang terserang penyakit irridivirus di Kab. Pesisir Selatan dan tahun ini tidak ada ikan kerapu yang terserang penyakit irridivirus.
  • Dengan adanya pengadaan bahan obat ikan ini maka berkurangnya kasus hama penyakit ikan dan dapat tercegahnya pengendalian penyakit ikan secara dini.

Indikator usaha budidaya yang mendapat sertifikat CBIB dilihat dari metode penghitungan data capaian dibawah ini

       Capaian kinerja ini juga didukung oleh kegiatan APBN yaitu:

  • .
  • elah dilaksanakannya pengadaan vaksin dan obat ikan dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan  daya tahan  tubuh ikan sehingga tidak mudah diserang oleh jenis penyakit yang meinfeksi pada budidaya ikan sehingga dapat meningkatkan pendapatan para pembudidaya.
  • Telah dilaksanakan Sosialisasi CBIB pada tanggal 20 Februari 2014 di UPTD BBI Sicincin yang diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari pembudidaya dan petugas, penyuluh Kab/Kota. Juga dilakukan pertemuan Auditor CBIB di Hotel Grand Sari tanggal 3 maret 2014 yang diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang.

 

e. Capaian Indikator Kinerja  BBI dan UPR yang mendapat Sertifikat CPIB (unit)

 

Capaian terget indikator ini dilaksanakan dengan kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan BBI dan UPR

Indikator kinerja penambahan BBI dan UPR yang punya sertifikat (unit) dari target 15 unit terealisasi 33 unit dengan capaian 220% (Sangat Baik). Pada Tahun 2014 penambahan BBI dan UPR yang punya sertifikat yaitu a). BBIS Sicincin, b).BBI Gumarang Kab. Agaam, c). UPR Manjulang Kab. Agam, d). UPR Tapos Baru Kab.