Lakip

Lanjutan ke 3 BAB III

Grafik 3.3

Perbandingan Persentase Peningkatan Produksi Perikanan Laut Sumatera Barat secara Nasional

 

 

Dari grafik di atas, Produksi Perikanan Laut Sumatera Barat dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 mengalami variasi peningkatan. Pada Tahun 2011 peningkatan produksi sebesar 2%, pada tahun 2012 peningkatan hanya sebesar 0,48%, pada tahun 2013 peningkatan naik secara signifikant sebesar 6,86% namun pada tahun 2014 peningkatan hanya sebesar 2,7%.

Peningkatan Produksi Perairan Umum Sumatera Barat jika dibandingkan secara Nasional dapat dilihat pada grafik 3.4 berikut.

 

Grafik 3.4

Perbandingan Persentase Peningkatan Produksi Perairan Umum Sumatera Barat secara Nasional

 

Dari grafik 3.4 di atas, Produksi Perairan Umum Sumatera Barat dari tahun 2011 sampai tahun 2012 mengalami peningkatan yaitu 16,30% sedangkan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar -0,33% dan tahun 2014 mengalami peningkatan produksi ( sebesar 2,45%).

 

1.3.2.    Analisis  Keberhasilan Pencapaian Kinerja

Keberhasilan dari pencapaian sasaran ini adalah dengan adanya program-program pemerintah yang dilaksanakan untuk meningkatkan usaha masyarakat nelayan, baik dari dana APBD, APBN maupun dana-dana lainnya. Program - program yang dilaksanakan antara lain adalah :

a.    Program Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap dengan kegiatan :

Ø  Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Mini Longline

Ø  Operasional Kapal Latih Longline

Ø  Peningkatan Penggunaan Alat Tangkap Gillnet Monofilamen

Ø  Peningkatan Penggunaan Alat Tangkap Trammel Net

Ø  Peningkatan Sarana Bantu Penangkapan Tuna

Ø  Peningkatan Sarana Bantu Penangkapan Ikan

Ø  Peningkatan Akses Permodalan bagi Peserta Sehat Nelayan

Ø  Peningkatan Kapasitas KUB melalui Forum Koordinasi KUB (FKKUB)

Ø  Pendampingan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan

Ø  Sosialisasi Peraturan Perizinan Kapal

Ø  Koordinasi Perizinan Usaha Perikanan

Ø  Pengembangan dan Peningkatan Sarana Prasarana PPP Sikakap

Ø  Pengembangan dan Peningkatan  Sarana Prasarana PPP Carocok

Ø  Pengembangan Kapal Longline dan Alat Tangkap (DAK + Pendamping)

Ø  Pengembangan Sarana Penangkapan Nelayan Kecil

Ø  Motorisasi Sarana Penangkapan Ikan

Ø  Peningkatan Sarana Penangkapan Ikan bagi Nelayan Tradisional

Ø  Peningkatan Sarana Penangkapan Ikan

Ø  Penyediaan Mesin Ketinting dan Mesin Tempel

Ø  Peningkatan Sarana Nelayan Tangkap

b.    Program Pensejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir dengan kegiatan:

Ø Peningkatan Penggunaan Alat Tangkap Gillnet Monofilamen Pemberdayaan Desa Terpadu

Ø Peningkatan Penggunaan Mesin Longtail Pemberdayaan Nelayan Desa Terpadu

Pada tahun 2011 - 2014 telah diserahkan bantuan kepada masyarakat untuk mendukung produksi perikanan tangkap melalui dana APBD (termasuk kegiatan GEPEMP) dan APBN serta juga dilakukan peningkatan keterampilan SDM Nelayan.

Pada tahun 2011 telah diserahkan jaring langli sebanyak 10 unit, fish box 88 unit, rumpon 10 unit, kapal 3 unit,  7 unit mesin tempel 15 PK, 2 unit longtail, 9 unit rumpon laut dangkal dan 18 GPS. Pada Tahun 2012 juga diserahkan bantuan trammel net sebanyak 71 unit, fish box sebanyak 1.008 unit, mesin tempel 15 PK sebanyak 17 unit, long tail sebanyak 103 unit, GPS sebanyak 15 unit, gill net monofilament sebanyak 76 unit dan 4 unit apartemen ikan. Dan pada tahun 2013 telah diserahkan bantuan 76 unit longtail, 4 unit rumpon laut dangkal, 4 unit rumpon laut dalam, 100 unit trammel net, 14 unit GPS, 7 unit mesin temple 15 PK, 10 unit ice crusher dan 4 unit apartemen ikan. Serta tahun 2014 telah diserahkan alat tangkap gillnet monofilamen sebanyak 30 unit, rumpon laut dalam 3 unit, GPS  10 unit, rumpon laut dangkal  6 unit, trammel net sebanyak 31 unit. Juga diserahkan kapal pompong sebanyak 3 unit, mesin tempel 5 PK sebanyak 18 unit untuk nelayan Kab. Kep. Mentawai. Peningkatan sarana penangkapan ikan bagi nelayan tradisional berupa 90 unit untuk Kab. Pasaman Barat dengan adanya bantuan ini dapat meningkatnya kapasitas nelayan dari nelayan dayung menjadi perahu bermotor sehingga memudahkan dan meningkatkan jangkauan tempuh dalam melakukan penangkapan. Sesuai dengan peningkatan sasaran tentang peningkatan kapasitas kapal perikanan, maka kapal motor tahun 2013 sebanyak 8.559 unit menjadi 9.038 unit pada tahun 2014 dan menurunnya nelayan dayung dari 1.930 menjadi 1.451 unit. Diserahkan mesin ketinting 62 unit, mesin tempel 15 PK sebanyak 21 unit dan mesin tempel 40 PK sebanyak 1 unit, kapal pompong sebanyak 5 unit pada kegiatan peningkatan sarana nelayan tangkap. Untuk kegiatan peningkatan penggunaan alat tangkap gillnet monofilamen pemberdayaan desa terpadu diserahkan gillnet monofilamen sebanyak sebanyak 85 unit. Mesin longtail sebanyak 285 unit. Dengan kegiatan ini nelayan akan mempunyai sarana yang memadai untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap dan pendapatan nelayan di wilayah pesisir.

Melalui kegiatan APBN Dekon dan TP yaitu telah terlaksananya pengadaan fish box 1 ton sebanyak 16 unit, ice crusher 11 unit, GPS 22 unit, jaring gillnet 13 unit dan pembuatan linggi kemudi kapal > 30 GT sebanyak 1 paket.

Dengan kegiatan ini nelayan akan mempunyai sarana yang memadai untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap dan pendapatan nelayan di wilayah pesisir.

Pada tahun 2011 - 2014 telah diserahkan bantuan kepada masyarakat untuk mendukung produksi perikanan tangkap melalui dana APBD (termasuk kegiatan GEPEMP) dan APBN serta juga dilakukan peningkatan keterampilan SDM Nelayan

Dari beberapa program kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencapaian sasaran  terdapat signifikan terhadap peningkatan produksi tangkap baik perikanan laut, perairan umum dan pendapatan nelayan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pendapatan pada nelayan buruh tahun 2011 sebesar Rp. 1.330.254/kk/bln, tahun 2012 sebesar Rp.1.380.000/kk/bln pada tahun 2013 menjadi Rp. 1.500.000/kk/bln, serta tahun 2014 sebesar Rp. 1.650.000/kk/bln.  Hal ini didukung karena meningkatnya sarana prasarana penangkapan dari perahu tanpa motor menjadi perahu motor sehingga jangkauan penangkapan lebih jauh dan produksi lebih meningkat

 

1.3.3.    Analisis Efiensi Penggunaan Sumber Daya.

Pencapaian indikator kinerja sasaran Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan dapat dicapai dengan adanya beberapa faktor sumberdaya yang berperan penting diantaranya adanya dukungan pendanaan melalui anggaran baik APBD maupun APBN. Pada Tahun 2014 Dinas Kelautan dan Perikanan telah menganggarkan dana sebesar Rp. 12.192.098.360,- melalui APBD dan  sebesar Rp. 3.183.881.000,- melalui APBN. Selain itu dengan jumlah nelayan 56.555 orang, yang terdiri dari nelayan perikanan laut sebanyak 40.188 org, nelayan perairan umum sebanyak 16.367 orang. Sedangkan untuk sarana dan prasarana, Provinsi Sumatera Barat mempunyai Pelabuhan Perikanan yang terdiri  dari Pelabuhan Perikanan Samudra Bungus sebanyak 1 buah, Pelabuhan Perikanan Pantai sebanyak 2 buah, TPI sebanyak 13 buah, PPI sebanyak  8 buah. Untuk kapal perikanan terdiri dari kapal bermotor sebanyak 2.208 unit, perahu tanpa motor sebanyak  3.587 unit dan motor tempel sebanyak 6.559 unit.

 

1.3.4.        Program / Kegiatan yang Mendukung Sasaran 3

Untuk mencapai sasaran 3, pada tahun 2014 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan 2 Program dilihat pada tabel 3.14 dibawah ini:

Tabel. 3.14. Program / Kegiatan yang Mendukung Sasaran 3

Sasaran

Indikator Kinerja

Program/Kegiatan

Target capaian

Realisasi

(%) capaian

SASARAN III

 

 

 

 

 

 

Meningkatkan produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan

1.         Produksi Perikanan Laut (ton)

 

2.        Produksi Perairan Umum (ton)

 

3.        Pendapatan Nelayan : Rp/bln

·       Nelayan Pemilik

·       Nelayan -Buruh

 

4.       Persentase nelayan yang menggunakan perahu bermotor