Lakip

Lanjutan ke 2 BAB III

Lanjutk

Dilihat dari tabel di atas, terlihat jelas program dan kegiatan yang telah di lakukan sangat mendukung keberhasilan kinerja sasaran 3. Hal ini juga ditunjukkan dengan capaian program yang terlaksana 100%.

Dampak yang dilihat dari pencapaian sasaran 2 ini adalah meningkatnya kesadaran dan  kepedulian masyarakat dan aparat pemerintah dalam pengelolaan kawasan konservasi dan pulau-pulau kecil sebagai salah satu sumberdaya Kelautan dan Perikanan. Sehingga dapat terjaganya kawasan-kawasan yang menjadi sentra pengelolaan sumberdaya hayati non ikan seperti penyu, terumbu karang, mangrove dan lain-lain.

 

2.3.

Sasaran 3

Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap dan Kesejahteraan Nelayan

 

Sumatera Barat  memiliki panjang garis pantai 1.973,246 km sudah termasuk Kab. Kepulauan Mentawai. Dengan dikeluarkannya UU No. 5 Tahun 1983 tentang ZEEI, maka perairan laut Sumatera Barat diperluas lagi 200 mil, sehingga total luas perairan Sumatera Barat menjadi 186.580 km2. Dengan kondisi laut tersebut maka potensi perikanan laut lebih besar daripada Perikanan Lepas Pantai dan Samudera. Berdasarkan karekteristik habitat/lingkungan hidup ikan, Sumatera Barat memiliki potensi sumberdaya ikan pelagis besar yang cukup menjanjikan, antara lain tuna, cakalang, tongkol dan tenggiri.

 

Sumatera Barat termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) - 572: Samudera Hindia bagian barat Sumatera Barat dan Selat Sunda, dimana memiliki estimasi potensi sumberdaya ikan seperti pada tabel 3.10 berikut.

 

Tabel.3.10.

Potensi Sumber Daya Ikan Sumatera Barat

Kelompok Sumberdaya Ikan

Samudera Hindia WPP 572

Ikan Pelagis Besar

164,800

Ikan Pelagis Kecil

315,900

Ikan Demersal

68,900

Udang Penaeid

4,800

Ikan  Karang Konsumsi

8,400

Lobster

600

Cumi –cumi

1,700

Total Potensi (Ton/Tahun)

565,100

 

Kegiatan perikanan tangkap memberikan konstribusi yang cukup besar terhadap perekonomian daerah melalui penyediaan peluang kerja dan ekspor hasil perikanan. Teknologi penangkapan ikan telah berkembang dari waktu ke waktu sehingga sasaran 3 yaitu meningkatnya produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan tercapai.

 

2.3.1. Perbandingan antara Target dengan Realisasi Kinerja

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel 3.2 sebagai berikut :

 

Tabel. 3.11. Hasil Pengukuran Pencapaian Target  Indikator Kinerja Sasaran 3

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian

Kategori

 

1.

2.

3.

 

 

4.

 

 

Produksi perikanan  laut (ton)

Produksi perairan umum (ton)

Pendapatan nelayan: Rp /bln

  • Nelayan Pemilik (Rp/kk/bln)
  • Nelayan Buruh (Rp/kk/bln)

Persentase nelayan yang menggunakan  perahu bermotor (%)

 

202.074

10.510

 

7.100.000

1.641.000

85

 

 

216.651,8

10.627

 

7.800.000

1.650.000

86,17

 

107,21

101,11

 

109,86

100,55

101,38

 

 

Sangat Baik

Sangat Baik

 

Sangat Baik

Sangat Baik

Sangat Baik

 

 

Berdasarkan Hasil Pengukuran Sasaran 3 pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa pencapaian sasaran tersebut tergolong Sangat Baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran terhadap 4 (empat) indikator kinerja sasaran ini tercapai, melebihi target yang telah ditetapkan.  Uraian capaian indikator kinerja kegiatan yang secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut:

 

a. Capaian Indikator Jumlah Produksi Perikanan Laut

Sektor Kelautan dan Perikanan dalam perekonomian Sumatera Barat mempunyai peranan yang cukup besar sebagai sumber lapangan kerja, sumber protein hewani yang berasal dari ikan dan sebagai penghasil devisa dengan pertimbangan mempunyai 185 buah pulau kecil dengan panjang pantai 375 km yang membentang dari Kabupaten Pasaman Barat hingga Kabupaten Pesisir Selatan serta 2,420 km jika termasuk pantai di Kepulauan Mentawai sehingga memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan perikanan tangkap.

Upaya yang dilakukan untuk mencapai target sasaran ini adalah dengan kegiatan pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana PPP Sikakap, pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana PPP Carocok Tarusan. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi kenyamanan nelayan dalam mendaratkan ikan dengan memberikan tempat dan fasilitas-fasilitas lainnya di pelabuhan seperti, kebutuhan air, kebutuhan es, perbekalan dll. Untuk tahun 2014,  kegiatan yang dilaksanakan di kedua pelabuhan ini adalah pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan dan beberapa pengadaan yang dibutuhkan.  Selain itu juga ada program pengembangan dan pengelolaan perikanan tangkap yang bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap serta meningkatkan hasil tangkapan, kesejahteraan dan  tarif hidup nelayan berupa alat tangkap gillnet monofilamen sebanyak 30 unit, rumpon laut dalam 3 unit, GPS  10 unit, rumpon laut dangkal  6 unit, trammel net sebanyak 31 unit. Juga diserahkan kapal pompong sebanyak 3 unit, mesin tempel 5 PK sebanyak 18 unit untuk nelayan Kab. Kep. Mentawai. Peningkatan sarana penangkapan ikan bagi nelayan tradisional berupa 90 unit untuk Kab. Pasaman Barat dengan adanya bantuan ini dapat meningkatnya kapasitas nelayan dari nelayan dayung menjadi perahu bermotor sehingga memudahkan dan meningkatkan jangkauan tempuh dalam melakukan penangkapan. Sesuai dengan peningkatan sasaran tentang peningkatan kapasitas kapal perikanan, maka kapal motor tahun 2013 sebanyak 8.559 unit menjadi 9.038 unit pada tahun 2014 dan menurunnya nelayan dayung dari 1.930 menjadi 1.451 unit. Diserahkan mesin ketinting 62 unit, mesin tempel 15 PK sebanyak 21 unit dan mesin tempel 40 PK sebanyak 1 unit, kapal pompong sebanyak 5 unit pada kegiatan peningkatan sarana nelayan tangkap. Untuk kegiatan peningkatan penggunaan alat tangkap gillnet monofilamen pemberdayaan desa terpadu diserahkan gillnet monofilamen sebanyak sebanyak 85 unit. Mesin longtail sebanyak 285 unit. Dengan kegiatan ini nelayan akan mempunyai sarana yang memadai untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap dan pendapatan nelayan di wilayah pesisir.

Melalui kegiatan APBN Dekon dan TP yaitu telah terlaksananya pengadaan fish box 1 ton sebanyak 16 unit, ice crusher 11 unit, GPS 22 unit, jaring gillnet 13 unit dan pembuatan linggi kemudi kapal > 30 GT sebanyak 1 paket.

 

 

Dengan adanya kegiatan diatas capaian pada indikator kinerja jumlah produksi perikanan laut dari target 202.074 ton terealisasi 216.651,8 ton dengan tingkat capaian kinerja sebesar 107,21% (Sangat Baik).

Pengukuran capaian kinerja jumlah produksi perikanan laut terlihat dari data produksi dari masing-masing Kabupaten / Kota wilayah pesisir, sebagai berikut:

 

No.

Kab/Kota

Jumlah Produksi (ton)

1.

Kab. Kep. Mentawai

3.907,0

2.

Kab. Pesisir Selatan

40.539,4

3.

Kab. Padang Pariaman

36.261,9

4.

Kab. Agam

6.145,1

5.

Kab. Pasaman Barat

105.624,4

6.

Kota Padang

20.772,8

7.

Kota Pariaman

3.401,2

 

Jumlah

216.651,8

      

Dilihat dari produksi perikanan laut dari Kab/Kota dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan dan taraf hidup nelayan.

 

Gbr. Bantuan sarana penangkapan

        (mesin long tail)

Gbr. Aktivitas Pelelangan Ikan hasil

        tangkapan nelayan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       b. Capaian Indikator Kinerja Jumlah Produksi Perairan Umum

 

Perairan umum terdiri dari danau, sungai, telaga, rawa dan lain – lain dan tersebar pada 19 Kabupaten/Kota. Dari luas perairan umum tersebut diatas yang mempunyai potensi untuk perikanan budidaya adalah sebesar 1.306 ha. Semua lahan perairan umum tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk usaha penangkapan ikan dalam skala kecil dan baru sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan. Indikator kinerja jumlah produksi perairan umum dari target 10.510 ton terealisasi sebesar  10.627 ton dengan tingkat capaian kinerja sebesar 101,11% (Sangat Baik). Adapun jumlah produksi perairan laut dan perairan umum merupakan  produksi kab/kota pada Tahun 2014.

Pengukuran capaian kinerja produksi perikanan perairan umum didapat dari produksi Kab/Kota.

 

c. Capaian Indikator Kinerja Pendapatan Nelayan

                                     

Perbaikan pendapatan nelayan Provinsi Sumatera Barat terus diupayakan melalui usaha perbaikan dan penyempurnaan sarana/ prasarana, maupun pembinaan dan penyuluhan yang berkelanjutan melalui memperkenalkan serta menerapkan teknologi yang dianjurkan, maupun memperbaiki mata rantai pemasaran ikan melalui informasi harga pasar ikan.

Sebagai salah satu indikator  keberhasilan  pembangunan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat adalah mengukur tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat nelayan beserta keluarganya. Salah satu tolok ukur yang dipakai adalah dengan melihat tingkat pendapatan penghasilan yang diterima oleh keluarga nelayan khususnya dari cabang usaha perikanan. Berdasarkan hal diatas program kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera Barat diarahkan kepada sasaran peningkatan nilai-nilai kesejahteraan masyarakat nelayan /pembudidaya ikan ketaraf hidup yang lebih layak, terutama agar pendapatan mereka dapat berada diatas Garis Kebutuhan Fisik Minimum.

Indikator kinerja pendapatan nelayan yaitu nelayan pemilik dari target Rp.7.100.000/kk/bln terealisasi sebesar Rp.7.800.000/kk/bln dengan tingkat capaian kinerja 109,86 (Sangat Baik), pendapatan nelayan buruh dari target  Rp 1.641.000/kk/bln teralisasi sebesar Rp.1.650.000/kk/bln dengan tingkat capaian kinerja 100,55% (sangat baik).

Pengukuran capaian indikator kinerja pendapatan nelayan yaitu pemilik diambil dari nelayan yang menggunakan alat tangkap payang dengan jumlah awak 10 orang, jumlah trip 26 hari/bln ikan yang dihasilkan tongkol, teri, ikan capur. Produksi yang dihasilkan berkisar lebih kurang 60 kg-1 ton sehingga pendapatan pemilik berkisar antara Rp.7.100.000/kk/bln – Rp. 7.800.000,- atau lebih. Untuk nelayan buruh produksi 500 kg – 2 ton atau lebih sehingga pendapatan berkisar antara Rp.1.000.000,- Rp. 2.000.000,- dan bisa melebihi dari Rp. 2.000.000,- diambil dari alat tangkap colok, gillnet, pukat dan lain-lain.

Capaian indikator kinerja peningkatan pendapatan nelayan merupakan dampak dari capaian indikator produksi perikanan laut, perairan umum dan peningkatan kapasitas kapal penangkapan ikan hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan produksi perikanan tangkap 1,82% dari tahun lalu, melalui pengembangan sarana dan prasarana penangkapan ikan baik yang berasal dari APBD dan APBN.

 

  • Capaian Indikator Persentase nelayan yang menggunakan perahu bermotor.

 

Capaian indikator kinerja peningkatan persentase nelayan yang menggunakan perahu bermotor(%) dari target 85 % terealisasi sebesar 86,17% dengan tingkat capaian kinerja 101,38% (Sangat Baik). Hal ini didukung oleh adanya bantuan longtail kepada masyarakat sebanyak 285 unit dan mesin tempel sebanyak 22 unit. Dengan adanya bantuan mesin tempel dan longtail untuk mempermudah dan memperpendek jangkauan jarak tempuh dalam melakukan penangkapan sehingga hasil tangkapan meningkat.

Dari lima indikator kinerja pada sasaran 3 dapat didukung dengan adanya program  pengembangan dan pengelolaan perikanan tangkap yang dianggarkan melalui APBD maupun APBN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perbandingan antara Realisasi Kinerja dengan Capaian Kinerja Tahun Sebelumnya

Capaian Indikator sasaran 3 ini jika dibandingkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 akan memperlihatkan hasil sebagaimana tabel berikut :

 

Tabel 3.12. Hasil Pengukuran Pencapaian Target Indikator Kinerja Sasaran 3

           Tahun 2011 – 2014

No

Indikator Kinerja

2011

2012

2013

2014

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian %

1.

 

 

Produksi Perikanan Laut (ton)

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

 

 

  1.  
  1.  
  1.  

 

 

2.

Produksi Perairan Umum (ton)

10.080,3

8.945,2

88,74

10.221

10.406,6

101,82

10.364

10.372,4

100,08

10.510

10.627

101,11

3.

Pendapatan Nelayan : Rp/kk/bln

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nelayan Pemilik

5.500.000

5.540.012

100,7

5.800.000

6.800.000

117,24

6.400.000

7.500.000

117,19

7.100.000

7.800.000

109,86

Nelayan Buruh

1.300.000

1.330.254

102,33

1.244.000

1.380.000

110,93

1.411.000

1.500.000

106,31

1641.000

1.650..000

100,55

4.

Persentase nelayan yang menggunaka perahu bermotor (%)

-

73,27

-

65

82,21

-

-

81

-

85

86,17

101,38

 

Untuk  indikator kinerja peningkatan produksi perikanan laut capaian terbesar terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 107,21%, dari sasaran yang telah  ditargetkan, sementara realisasi capaian terendah ditemukan pada tahun 2012. Dilihat dari target dan realisasi dari tahun 2011 s/d 2014 terlihat adanya peningkatan produksi laut, dengan capian sangat baik. Dapat dilihat pada grafik 3.2. berikut:

Grafik 3.2. Produksi Perikanan Laut 2011-2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk indikator kinerja peningkatan produksi perairan umum, capaian terbesar terdapat pada tahun 2012, pada tahun 2014 capaian produksi perairan umum sebesar 101,11%. Capaian ini merupakan akumulasi dari capaian yang diperoleh dari Kab/Kota. Untuk dapat meningkatan produksi di perairan umum Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat terus berusaha mendorong produksi perikanan tangkap di perairan umum melalui kegiatan-kegiatan yang didanai oleh APBD maupun APBN seperti restocking perairan umum, pengawasan sumberdaya pesisir dan perikanan, pembinaan kawasan konservasi lubuk larangan.

Dengan kegiatan ini nelayan akan mempunyai sarana yang memadai untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap dan pendapatan nelayan di wilayah pesisir.

Dari beberapa program kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencapaian sasaran  terdapat signifikan terhadap peningkatan produksi tangkap baik perikanan laut, perairan umum dan pendapatan nelayan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pendapatan pada nelayan buruh tahun 2011 sebesar Rp. 1.330.254/kk/bln, tahun 2012 sebesar Rp.1.380.000/kk/bln pada tahun 2013 menjadi Rp. 1.500.000/kk/bln, serta tahun 2014 sebesar Rp. 1.650.000/kk/bln.  Hal ini didukung karena meningkatnya sarana prasarana penangkapan dari perahu tanpa motor menjadi perahu motor sehingga jangkauan penangkapan lebih jauh dan produksi lebih meningkat.

 

Berdasarkan uraian diatas, bila dilihat dari perbandingan peningkatan capaian masing masing indikator kinerja yaitu produksi perikanan laut (ton), produksi perairan umum, Pendapatan nelayan Rp/kk/bln, persentase nelayan yang menggunakan perahu bermotor % dari tahun 2011 - 2014 melalui pelaksanaan program/kegiatan, maka dapat dilihat adanya keterkaitan yang mendukung antara pelaksanaan masing-masing program kegiatan baik APBD maupun APBN terhadap capaian indikator kinerja sehingga target sasaran 3 (Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan) dapat dicapai.

 

  1. Perbandingan Kinerja denganTarget Jangka Menengah

Jika realisasi indikator sasaran 3 tahun 2014 dibandingkan dengan target jangka menengah, dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

 

Tabel 3.13

Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah

 

No.

Indikator Kinerja

Realisasi 2014

Target 2015

Capaian

1.

2.

3.

 

 

4.

 

Produksi perikanan  laut (ton)

Produksi perairan umum (ton)

Pendapatan nelayan: Rp /bln

  • Nelayan Pemilik (Rp/kk/bln)
  • Nelayan Buruh (Rp/kk/bln)

Persentase nelayan yang menggunakan  perahu bermotor (%)

216.651,8

10.627

 

7.800.000

1.650.000

86,17

204.499

  1.  

 

  1.  
  2.  
  3.  

 

 

  1.  
  2.  

 

  1.  
  2.  
  3.  

 

Berdasarkan uraiatan tabel di atas, jika dikaitkan dengan capain target Jangka Menengah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2015, maka capaian produksi perikanan laut sudah melebih target sampai dengan tahun 2015 sebesar 105,94% sedangkan untuk produksi perairan umum, pendapatan nelayan pemilik, nelayan buruh dan persentase nelayan yang menggunakan perahu bermotor masih belum mencapai target jangka menengah 2015. Upaya yang dilakukan untuk mencapai target sampai dengan 2015, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi akan tetap mengalokasikan program yang sama dengan tahun  sebelumnya baik melalui APBD maupun APBN serta melakukan sinkronisasi program dan kegiatan dengan Kab/Kota.

Capaian produksi perikanan tangkap Sumatera Barat (perikanan laut dan perairan umum) Tahun 2014 sebesar 227.278,8 ton (105,63%), capaian ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan capaian produksi perikanan tangkap di Provinsi Kalimantan Selatan dengan capaian sebesar 102,2% pada tahun 2014.

Peningkatan Produksi Perikanan Laut Sumatera Barat jika dibandingkan secara Nasional dapat dilihat pada grafik 3.3 berikut.