Lakip

Lanjutan BAB III

2.1.5  Analisis Efiensi Penggunaan Sumber Daya.

Pencapaian indikator kinerja kasus illegal fishing yang mendukung sasaran Berkurangnya kegiatan yang merusak Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta Illegal Fishing dicapai dengan adanya beberapa faktor sumberdaya yang berperan penting diantaranya adanya dukungan pendanaan melalui anggaran baik APBD maupun APBN. Pada Tahun 2014 Dinas kelautan dan Perikanan telah menganggarkan dana sebesar 4.347.245.000,- melalui APBD dan  sebesar Rp. 582.074.000 Melalui APBN. Untuk mendukung pelaksanaan  pengawasan Dinas kelautan dan perikanan juga memiliki 1 unit kapal pengawasan dan dilakukan dengan melibatkan beberapa instansi terkait seperti Pol Air, PPNS juga koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan di Kab/Kota. Selain itu Provinsi Sumatera Barat mempunyai 23 orang PPNS, yang terdiri 14 orang di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan 9 orang di Kab/Kota. Untuk pengawasan langsung di lapangan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab/Kota telah membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang berjumlah 95 kelompok. Pokmaswas ini bertugas untuk menjaga pelanggaran dan kegiatan-kegiatan yang merusak sumberdaya kelautan dan perikanan disekitar tempat tinggal mereka.

 

2.1.6 Program / Kegiatan yang Mendukung Sasaran 1

Untuk mencapai sasaran 1, pada tahun 2014 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan 2 Program yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.5 . Tabel Program/ Kegiatan yang Mendukung Sasaran

Indikator Kinerja

Program/Kegiatan yang mendukung

Target capaian

Realisasi

(%) capaian

 

 

 

 

 

  1. Kasus Illegal Fishing

 

Program Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan

  1. Pengawasan Sumberdaya Pesisir dan Perikanan ( 3 kali di laut dan 1 kali di perairan umum)

 

  1. Penyediaan Kapal Pengawas (1 unit)

 

  1. Koordinasi Pokmaswas Tingkat Provinsi Sumatera Barat

 

 

  1. Peningkatan Kapasitas SDM Masyarakat Nelayan

 

 

 

 

4 kali operasi

 

 

 

1 unit

 

 

1 kali pertemuan, 4 unit billboard

 

1 kali pertemuan

 

 

 

 

4 kali operasi

 

 

 

-

 

 

1 kali pertemuan, 4 unit billboard

 

1 kali pertemuan

 

 

 

 

100

 

 

 

 

44

 

 

100

 

 

 

 

100

 

Program Peningkatan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

  1. Sosialisasi Melalui Publikasi Mitigasi Bencana

 

 

 

Komik 600 bh, poster 600 bh

 

 

 

Komik 600 bh, poster 600 bh

 

 

 

100

 

Sesuai dengan tabel di atas program yang mendukung sasaran 1 ( Berkurangnya kegiatan yang merusak Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta Illegal Fishing terdiri dari 2 program yaitu 1). Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan dengan jumlah dana sebesar Rp. 4.284.245.000,- , realisasi keuangan sebesar Rp. 438.587.950,- (10,24%) dan realisasi fisik sebesar 48,26%, rendahnya capaian realisasi fisik dan keuangan disebabkan  kegiatan Penyediaan Kapal Pengawas tidak terlaksana karena rekanan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sampai batas waktu kontrak yang telah ditetapkan, sehingga dilakukan putus kontrak. Sedangkan kegiatan lainnya sesuai dengan target, fisik tercapai 100%. 2). Program Peningkatan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana dengan kegiatan Sosialisasi Melalui Publikasi Mitigasi Bencana yang dukungan dana sebesar Rp. 63.000.000,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 62.418.000,- (99,06%) dan realisasi fisik sebesar 100%.

 

 

2.2

Sasaran 2

Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil serta perairan umum

 

Sasaran 2 yang ditetapkan dalam Perubahan Rencana Strategis 2011 -2015  dan Penetapan Kinerja Tahun 2014 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat  yaitu “Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil serta perairan umum  dengan indikator kinerja adalah :

1.   Luas kawasan konservasi dan rehabilitasi 407.000 Ha

  1. Persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik4,32 (%)

 

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil bahwa wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki keanekaragaman sumberdaya alam hayati dan non hayati, serta jasa lingkungan yang berpotensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat, masyarakat pesisir. Tujuannya untuk melindungi, mengkonservasi, merehabilitasi, memanfaatkan dan memperkaya sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil serta sistem ekologisnya secara berkelanjutan, menciptakan keharmonisan dan sinergi antara pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil.

 

2.2.1 Perbandingan antara Target dengan Realisasi Kinerja

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel 3.2 sebagai berikut :

 

 

Tabel 3.6.

 

Hasil Pengukuran Pencapaian Target Indikator Kinerja Sasaran 2

No.

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian

Kategori

 

1.

 

2.

 

Luas kawasan konservasi dan rehabilitasi (Ha)

 

Persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik

407.000

 

4,32%

 

420.265,95

 

5,41%

103,26 %

 

125,23 %

 

Sangat baik

 

Sangat baik

 

 

 

                Berdasarkan tabel diatas capaian indikator kinerja sasaran 2 ini yaitu:

a. Capaian Indikator Kinerja Luas Kawasan  Konservasi dan Rehabilitasi

 Indikator kinerja luas kawasan konservasi dan rehabilitasi  (Ha) dari taget 407.000 Ha terealisasi 420.265,95 Ha dengan tingkat capaian kinerja sebesar  103,26% (sangat baik),

Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan tidak akan pernah terlepas dari fungsi konservasinya. Bahkan konservasi telah diyakini sebagai upaya penting yang mampu menyelamatkan potensi sumberdaya tetap tersedia dalam mewujudkan perikehidupan lestari yang menyejahterakan. Pengelolaan secara efektif kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi biru akan mampu memberikan jaminan dalam efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam, sebagai sumber yang efektif menyokong pemanfaatan lain secara ramah lingkungan, serta dapat menumbuhkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat lokal. “Konservasi telah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai harmonisasi atas kebutuhan ekonomi masyarakat dan keinginan untuk terus melestarikan sumberdaya yang ada bagi masa depan”.

Paradigma dan pengelolaan kawasan konservasi perairan di Indonesia menapaki era baru sejak diterbitkannya Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 45 tahun 2009, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014. Poin pertama, dalam hal kewenangan pengelolaan kawasan konservasi, kini tidak lagi menjadi monopoli pemerintah pusat melainkan sebagian telah terdesentralisasi menjadi kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut. Poin kedua, adalah pengelolaan kawasan konservasi dengan sistem ZONASI, Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan diatur dengan sistem ZONASI. Ada 4 (empat) pembagian zona yang dapat dikembangkan di dalam Kawasan Konservasi Perairan, yakni: zona inti, zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan dan zona lainnya. Pencapaian target indikator sasaran ini dilaksanakan dengan beberapa kegiatan.

  Adapun data luasan kawasan konservasi s/d 2014 adalah 420.265,95 Ha dengan rincian:

No.

Kawasan Konservasi

Luas (Ha)

1.

TWP Pieh

39.900 Ha

2.

Mentawai

172.191 Ha

3.

Pesisir Selatan

174.894,3 Ha

4.

Padang

2.274,96 Ha

5.

Pariaman

11.525,89 Ha

6.

Padang Pariaman

684 Ha

7.

Agam

12.000 Ha

8.

Pasaman Barat

6.797 Ha

 

Jumlah

420.265,95 Ha

 

Dan rehabilitasi ekosistem sebanyak 54,6 Ha terdiri dari : 1) Rehabilitasi mangrove dengan luas 37 Ha (Ampang Parak – Surantih Kab.Pesisir Selatan), 2) Pohon pelindung pantai / cemara dengan luas 5,6 Ha (Sungai Limau Kab. Padang Pariaman), 3) Transplantasi karang dengan luas 12.00 Ha (Pulau Kasiak, Pulau Pagang dan Pulau Toran).

 

 

Gbr. Penanaman Mangrove

Gbr. Penanaman Pohon Pelindung Pantai

        (Cemara Laut)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


< >Capaian Indikator Kinerja Persentase pulau – pulau kecil yang terkelola dengan baik (%) 

 

< > indikator kinerja persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik jumlah pulau-pulau kecil yang terkelola peningkatan capaian tahun  2014 dari target 4,32% terealisasi  sebesar 5,41 % dengan capaian kinerja sebesar 125,23% (Sangat Baik). Tahun 2014 pulau-pulau kecil yang dikelola yaitu Pulau ujuang dan Pulau Tangah di Kab. Agam dan  Pulau Koroniki di  Kepulauan Mentawai. Dengan  terealisasinya 5,41% atau 3 pulau  terbuka peluang berinvestasi dan pengembangan pulau yang telah dipetakan potensinya. 

 

2.2.2. Perbandingan antar Realisasi Kinerja dengan Capaian Kinerja Tahun Sebelumnya

Capaian Indikator sasaran 2 ini jika dibandingkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 akan memperlihatkan hasil sebagaimana tabel berikut :

 Tabel 3.7.  Hasil Pengukuran Pencapaian Target Indikator Kinerja Sasaran 2

            Tahun 2011 -2014

No.

Indikator Kinerja

2011

2012

2013

2014

 

 

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian %

Target

Realisasi

Capaian%

Target

Realisasi

Capaian %

1.

 

 

Luas kawasan konservasi dan rehabilitasi (Ha)

  •  
  1.  
  •  

 

 

  •  

 

 

  1.  

 

 

  •  

 

 

  •  

 

 

  1.  

 

 

  •  

 

 

  1.  
  1.  
  1.  

2.

Persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik (%)

-

1,08

-

-

2,16

-

-

3,24

-

4,32

5,41

125,23%

 

Karena adanya perubahan indikator dari tahun lalu, maka dari tabel di atas tidak dapat dilihat capaian kinerja sasaran dan tidak dapat dibandingkan antara tahun 2014 dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan, karena indikator kinerja luas kawasan konservasi dan rehabilitasi (ha) dan indikator kinerja  persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik  pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 belum menjadi target kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, tetapi Dinas Kelautan dan Perikanan setiap tahunnya  melakukan penghitungan data luas kawasan konservasi dan rehabilitasi serta data pulau-pulau kecil yang dikelola, Sehingga dari tabel diatas, dapat dilihat adanya peningkatan  luas kawasan konservasi dan rehabilitasi (ha) dan persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik.  Dan pada tahun 2014 dari taget 407.000 Ha terealisasi 420.265,95 Ha dengan tingkat capaian kinerja sebesar  103,26% (sangat baik) untuk capaian indikator luas kawasan konservasi dan rehabilitasi, dan dari target 4,32% terealisasi  sebesar 5,41 % dengan capaian kinerja sebesar 125,23% (Sangat Baik) untuk indikator persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik. 

 

2.2.3 Perbandingan Kinerja dengan  Target Jangka Menengah

Jika realisasi indikator sasaran 2 tahun 2014 dibandingkan dengan target jangka menengah, dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

 

Tabel 3.8

Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah

 

No.

Indikator Kinerja

Realisasi 2014

Target 2015

Capaian

1.

 

2.

 

Luas kawasan konservasi dan rehabilitasi (Ha)

 

Persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik

 

420.265,95

 

  1.  

409.000

 

  1.  

 

 

  1.  

 

  1.  

 

Dari tabel di atas terlihat bahwa realisasi capaian kinerja luas kawasan konservasi dan rehabilitasi sampai tahun 2014 sudah terealisasi sebesar 420.265,95 Ha dengan capaian 102,75% jika dibandingkan dengan target jangka menengah sampai dengan Tahun 2015 yaitu sebesar 409.000 Ha. Sedangkan realisasi capaian kinerja persentase pulau-pulau kecil  sudah  terealisasi sebasar 5,41% dengan capaian sebesar 100% jika dibandingkan dengan target jangka menengah Dinas Kelautan dan Perikanan sampai dengan Tahun 2015 yaitu sebesar 5,41% sudah mencapai target.

Bila dikaitkan dengan rencana jangka menengah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010 – 2015, maka capaian persentase jumlah pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik s/d 2014 telah tercapai 100%  yaitu sebanyak 10 buah pulau dengan rincian 1). Pulau Panjang, 2). Pulau Pagang, 3). Pulau Pasumpahan, 4). Pulau Bindalang, 5).Puau Babi, 6). Pulau Simakakang, 7). Pulau Nyang-nyang, 8). Pulau Koroniki, 9). Pulau ujuang dan 10). Pulau Tangah.

Jika dibandingkan dengan capaian luas kawasan konservasi dan  rehabilitasi di Kalimantan Selatan sebesar (100%), maka capaian luas kawasan konservasi dan rehabilitasi Sumatera Barat tahun 2014 masih lebih tinggi ( sebesar 103,26%).

 

2.2.4. Analisis  Keberhasilan   Pencapaian Kinerja

Keberhasilan pencapaian kinerja untuk Indikator sasaran 2, salah satunya adalah karena didukung oleh Kab/Kota  untuk menetapkan atau mencadangkan kawasan konservasi. Kemudian Provinsi secara rutin melakukan pembinaan bagi kawasan konservasi yang telah dicadangkan, meningkatkan sosialisasi di kawasan konservasi pada masyarakat pesisir dan melakukan koordinasi dan melakukan pendataan yang lebih baik.

Untuk mencapai indikator kinerja diatas diupayakan dengan beberapa kegiatan yaitu dengan penanaman pohon pelindung pantai di Nagari Pilubang Kecamatan Sungai Limau Kab. Padang Pariaman sebanyak 1.600 batang bibit cemara laut. Dan juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat disekitar lokasi. Dengan adanya penanaman pohon pelindung ini menjadikan pantai tidak gersang dan terlindung dari bahaya abrasi pantai. Dan bertambahnya kawasan pesisir yang rusak pulih kembali. Dari target 10 Ha telah teralisasi 5,6 Ha untuk tahun 2014. Akan tetapi untuk kegiatan penghijauan pantai dari target 50 Ha selama RPJM 2011 – 2015 secara keseluruhan telah melebihi dari target (60 Ha s/d 2014).

Juga dillakukan penanaman mangrove sebanyak 13.000 batang di Nagari Ampiang Parak Kec. Sutera Kab. Pesisir Selatan. Dan juga dipasang baliho sebanyak 3 unit di Kota Padang, Kab. Pesisir Selatan dan Kab.Pasaman Barat dengan hasil terkelolanya dan terehabilitasinya kawasan pantai dengan penanaman mangrove yang bermanfaat untuk melindungi pantai dari abrasi seta ekosistem mangrove yang rusak dapat dipulihkan kembali. Bila dikaitkan dengan target RPJM 2011 – 2015 untuk kegiatan rehabilitasi hutan mangrove 50 Ha dengan penumbuhan tahun 2014 sebanyak 13.000 batang telah terealisasi  sebesar 47,5 Ha.

Untuk pencapaian target kinerja juga dilaksanakan transplantasi terumbu karang sebanyak 75 unit (Luasan 500 m2) di Pulau Pagang Nagari Sei. Pinang Kec. Koto XI Tarusan Kab. Pesisir Selatan. Dan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang dilibatkan dalam kegiatan. Juga telah dipasang baliho sebanyak 6 unit yaitu 1 unit di Kota Padang, 1 unit Kab. Pesisir Selatan, 1 unit di Kab. Agam, 1 unit di Kab. Padang Pariaman, 1 unit di Kab. Pasaman Barat dan 1 unit di Kota Pariaman. Hasil dengan terlaksana rehabilitasi terumbu karang, sehingga dapat  memperbaiki ekosistem yang sudah mulai rusak dan bertambahnya luasan tutupan terumbu karang. Untuk rehabilitasi terumbu karang sebesar 15 Ha sampai 2014 telah terealisasi s/d 2014 sebesar 18,5 Ha atau lebih dari target RPJM.

Untuk pencapaian target kinerja diatas hal-hal yang dilakukan adalah sebagai berikut:

< >Restocking perairan umum yaitu telah ditebarnya 360.000 ekor bibit  ikan mas dan nila di perairan umum lubuk larangan di 10 Kab/Kota.Terbinanya kelompok pengelola kawasan konservasi lubuk larangan dan terkelolanya lingkungan perairan umum sehingga pelestarianikan terutama ikan asli/endemin dapat terlaksana.Pembuatan reservaat di perairan umum Danau Singkarak dan penyusunan draf Pergub yaitu tersedianya reservaat di Danau Singkarak di Kelompok Pokmaswas Saiyo Sakato Kab. Solok  sebanyak 1 unit. Dan saat ini telah meningkatkan populasi ikan disekitar lokasi reservaat yang sebelumnya tidak ada, dan juga meningkatkan jumlah jenis-jenis ikan yang ada. Disamping itu dengan adanya reservaat mengurangi intensitas kegiatan illegal fishing karena lokasi ini dijaga oleh Pokmaswas Sakato. Tersedianya draf pergub sebanyak 2 draft pergub (adanya penggabungan 3 draft pergub menjadi 1 draft atas arahan biro hukum) Terdistribusikannya buku Perda sebanyak 100 eksp ke instansi terkait.Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian indikator kinerja persentase pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik yaitu dengan meningkatkan pendataan potensi pulau-pulau kecil yang ada di Sumatera Barat, meningkatkan peluang pengembangan terhadap pulau kecil yang telah diidentifikasi potensinya dan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta meningkatkan koordinasi dengan Kab/Kota.

 

Untuk pencapaian target kinerja diatas, juga dilakukan dengan pengelolaan dan penataan pulau- pulau kecil seperti rehabilitasi terumbu karang di pulau-palau kecil yang telah ditetapkan sistem pengelolaannya melalui keputusan kepala Daerah Kabupaten/Kota seperti pendataan potensi pulau-pulau kecil yang ada di Sumatera Barat, meningkatkan pengembangan sarana dan prsarana yang dibutuhkan, melakukan rehabilitasi lingkungan serta meningkatkan koordinasi intensif dan terintegrasi dengan Kabupaten / Kota dan Instansi terkait.

 

2.2.5. Analisis Efiensi Penggunaan Sumber Daya.

Pencapaian indikator kinerja sasaran Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya  kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil serta perairan umum dapat dicapai dengan adanya beberapa faktor sumberdaya yang berperan penting diantaranya adanya dukungan pendanaan melalui anggaran baik APBD maupun APBN. Pada Tahun 2014 Dinas Kelautan dan Perikanan telah menganggarkan dana sebesar Rp. 1.538.925.000,- melalui APBD dan  sebesar Rp. 1.500.000.000 melalui APBN. Selain itu juga ada kelompok masyarakat yang ikut mengelola kawasan konservasi dan rehabilitasi di Kabupaten Kota

 

< >2.6. Program / Kegiatan yang Mendukung Sasaran 2Untuk mencapai sasaran 2, pada tahun 2014 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan 4 Program dilihat pada tabel dibawah ini:

 

 

Tabel. 3.9

Program / Kegiatan yang mendukung Sasaran

Sasaran

Indikator Kinerja

Program/Kegiatan

Target capaian

Realisasi

(%) capaian

SASARAN II

 

 

 

 

 

Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir, pulau-pulau kecil dan perairan

  1. Luas Kawasan Konservasi dan Rehabilitasi (Ha)

 

  1. Jumlah pulau-pulau kecil yang terkelola dengan baik (pulau)

Program Perlindungan dan Konservasi Sumber daya Alam

 

  1. Pembuatan Reservaat di Perairan Umum DanauSingkarak dan Penyusunan Draf Pergub

 

Program Pengelolaan dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Laut

 

  1. Penanaman Pohon Pelindung Pantai

 

 

 

 

  1. Sosialisasi Pengelolaan dan Rehabilitasi Mangrove

 

 

  1. Rehabilitasi Terumbu Karang

 

 

 

Program Pengelolaan Sumberdaya Perairan Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

 

  1. Restocking Perairan Umum

 

 

 

 

 

 

  1. Pembinaan Kawasan Konservasi Lubuk Larangan

 

 

Program Pensejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir

  1. Koordinasi,Sinkronisasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pensejahteraan Ekonomi Nelayan

 

 

  1. Peningkatan Kelembagaan Perempuan Pesisir

 

 

 

 

1 Reservat, 1 draft pergub

 

 

 

 

 

 

  1. btg, Kab. Pd. Pariaman, 2 unit Baliho

 

13.000 btg, 1 kali sosialisasi, 2 unit Baliho

 

Penanaman 400m2 Terumbu Karang

 

 

 

 

 

150.000 ekor ikan mas, 210.000 ekor ikan Nila, 2 unit Baliho

 

Pertemuan pembinaan 1 kali, 3 unit Billboard

 

 

 

Pertemuan Tim teknis 3 kali, tim penyuluh 2 kali, dengan kab/kota 5 kali

 

Pertemuan 3 kab/kota

 

 

 

 

 

1 Reservat, 1 draft pergub

 

 

 

 

 

 

1.600 btg, Kab. Pd. Pariaman, 2 unit Baliho

 

 

13.000 btg, 1 kali sosialisasi, 2 unit Baliho

 

Penanaman 400m2 Terumbu Karang

 

 

 

 

 

150.000 ekor ikan mas, 210.000 ekor ikan Nila, 2 unit Baliho

 

Pertemuan pembinaan 1 kali, 3 unit Billboard

 

 

 

Pertemuan Tim teknis 3 kali, tim penyuluh 2 kali, dengan kab/kota 5 kali

 

Pertemuan 3 Kab/Kota

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

100