PENGEMBANGAN PULAU-PULAU KECIL DARI SUDUT PANDANG PEMBANGUNAN DAERAH STUDI KASUS : PULAU TUGU BINUANG
PENGEMBANGAN PULAU-PULAU KECIL DARI SUDUT PANDANG PEMBANGUNAN DAERAH STUDI KASUS : PULAU TUGU BINUANG

Tanggal post: 03-12-2016, Jam 17:09 WIB | User: Sikakap


Kawasan pulau-pulau kecil memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa lingkungan yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai modal dasar pelaksanaan pembangunan suatu daerah di masa yang akan datang. Kawasan ini menyediakan sumberdaya alam yang produktif seperti terumbu karang, padang lamun (seagrass), hutan mangrove, perikanan dan kawasan konservasi.  Pulau-pulau kecil juga memberikan jasa lingkungan dengan keindahan alam yang dimilikinya yang dapat menggerakkan industri pariwisata bahari. Pengembangan kawasan pulau-pulau kecil merupakan suatu proses yang akan membawa suatu perubahan pada ekosistemnya.  Perubahan-perubahan tersebut akan membawa pengaruh pada lingkungan.  Semakin tinggi intensitas pengelolaan dan pembangunan yang dilaksanakan berarti semakin tinggi tingkat pemanfaatan sumberdaya, maka semakin tinggi pula perubahan-perubahan lingkungan yang akan terjadi di kawasan pulau- pulau kecil.

Pulau Tugu Binuang merupakan salah satu pulau terkecil yang tersebar di kabupaten kepulauan Mentawai. Pulau ini terletak di kecamatan sikakap yang di apit oleh dua pulau yaitu pulau pagai utara dan pulau pagai selatan. Pada mulanya pulau tugu binuang merupakan satu kesatuan dari pulau pagai utara dan selatan. Setelah terjadinya gempa tektonik pada tahun 1733 ketiga pulau ini terpisah akibat proses perubahan alam yang ditimbulkan oleh gampa bumi, bisa di katakan pulau tugu binuang merupakan pintu masuk menuju pulau pagai utara dan selatan karena letak ketiga pulau ini secara geografis terbentang membentuk setitiga. Secara geografis letak pulai ini dikelilingi oleh beberapa desa dengan batas sebagai berikut : sebelah utara berbatasan dengan tanjung tianja, sebelah barat berbatasan dengan desa silabu, sebelah selatan berbatasan dengan desa buriay, dan sebelah timur berbatasan dengan desa saumanganyak.

Letak pulau tugu binuang sangat strategis karena berada di tengah-tengah pulau pagai utara dan pulau pagai selatan. Pulau pagai utara merupakan pusat perekonomian masyarakat, tempat terjadinya transaksi barang dan jasa dan peredaran uang di kecamatan sikakap, pagai utara juga merupakan pusat aktivitas seperti keberadaan Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap-Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Pelabuhan Penyeberangan Sikakap-Padang, Pelabuhan Penyeberangan Sikakap-tuapejat, juga pusat pemerintahan yang berada di kecamatan sikakap. Letak pulau tugu binuang sangat berdekatan dengan pusat perekonomian dan aktivitas masyarakat sikakap hanya berjarak 1,5 KM atau bisa di tempuh 20 menit perjalanan dengan menggunakan boat. Selain itu, di pagai selatan dengan jarak tempuh yang sama merupakan pusat kegiatan pembenihan ikan laut atau BBIP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan  pusat pendidikan tingkat SMA kecamatan sikakap

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 41/2000 Jo Kepupusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 67/2002 bahwa pulau-pulau kecil merupakan pulau yang berukuran kurang atau sama dengan 10.000 km2 , dengan jumlah penduduk kurang atau sama dengan 200.000 jiwa. Pulau tugu binuang berbentuk perbukitan yang landai di dasar.Luas pulau ini diperkirakan 1,5 Ha. Karena letaknya tidak jauh dari pusat perekonomian kecamatan sikakap, pulau ini di ekploitasi oleh beberapa kepala keluarga yang menghuni pulau tugu binuang. Pulau tugu binuang di huni oleh 3 kepala keluarga dengan jumlah 6 jiwa. Peghuni pulau ini merupakan penduduk asli suku mentawai yang sudah modern.

Pulau tugu binuang memiliki pemilik berdasarkan sejarahnya terdahulu, karena pada awalnya lahan di tugu binuang merupakan lahan pertanian masyarakat. Kepemilikan lahan di tugu binuang hingga saat ini diantaranya Hendrik/takur yang merupakan anggota DPRD di Kabupaten Kep mentawai, Ronsen dan Rice yang merupakan penduduk asli tinggal di sikakap. Karena kepemilikan lahan di pulai ini yang cukup banyak maka lahan di pulau ini mempunyai potensi sumberdaya alam yang cukup memadai diantranya tanaman cengkeh, kelapa dan hewan ternak babi dan itik.

Kawasan pulau tugu binuang memiliki potensi pembangunan yang menarik karena didukung oleh letaknya yang strategis dari aspek ekonomi serta adanya ekosistem khas tropis dengan produktivitas hayati tinggi yaitu terumbu karang (coral reef). Manfaat terumbu karang yang sangat tinggi diantarnya sebagai habitat bagi sumberdaya ikan (tempat mencari makan, memijah dan asuhan), batu karang, pariwisata, wahana penelitian dan pemanfaatan biota  perairan lainnya dan manfaat tidak langsung seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya. Pulau tugu binuang memiliki terumbu karang yang masih terjaga dengan baik bahkan terdapat terumbu karang hitam yang membuat daya tarik masyarakat ingin mengunjungi pulau tugu binuang. Keberadaan terumbu karang di pulau tugu binuang dimanfaatkan oleh nelayan tradisional sikakap sebagai tempat fishing ground memancing. Secara ekologis, pulau tugu binuang berasosiasi dengan terumbu karang.  Dengan demikian di kawasan pulau ini memiliki  spesies-spesies yang menggunakan karang sebagai habitatnya yaitu ikan ekonomis penting seperti kerapu, teripang dan ikan karang lainnya.

Selain itu pulau tugu binuang dapat memberikan jasa-jasa lingkungan yang tinggi nilai ekonomisnya yaitu sebagai kawasan wisata bahari. Kawasan pulau tugu binuang  merupakan aset wisata bahari yang masih bisa dikembangkan secara optimal karena didukung oleh potensi geologis dan karaktersistik yang mempunyai hubungan sangat dekat dengan terumbu karang (Coral Reef) dan struktur pasir putih yang dimilikinya, Disamping itu, kondisi kawasan yang tidak berpenghuni, secara logika akan memberikan kualitas keindahan dan keaslian dari bio-diversity yang dimilikinya. Keindahan alam yang indah pada kawasan ini menjadikan daya Tarik masyarakat lokal untuk mengunjunginya terutama di musim libur sekolah, idul fitri dan di hari-hari libur lainnya.

Melihat beberapa potensi yang yang terdapat pada kawasan pulau tugu binuang, pemerintah perlu membuat rumusan dan strategi dan pengembangan kawasan pulau tugu binuang. Jika dilihat dari study pembangunan daerah kawasan pulau tugu binuang sangat berpotensi dalam rangka meningkatkan kesejaheraan masyarakat diantarnya :

1. Fungsi Ekonomi

Kawasan tugu Binuang memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai wilayah bisnis-bisnis potensial yang berbasis pada sumberdaya (resource based industry) seperti industri perikanan, pariwisata, jasa transportasi, industri olahan dan industri-industri lainnya yang ramah lingkungan.

2. Fungsi Ekologi

Secara ekologis, ekosistem pesisir dan laut di kawasan ini berfungsi sebagai pengatur iklim global, siklus hidrologi dan bio-geokimia, penyerap limbah, sumber plasma nutfah, sumber energi alternatif, dan sistem penunjang kehidupan lainnya. Hal ini terkait erat dengan potensi/karakteristik penting pulau-pulau kecil, yang merupakan habitat dan ekosistem (terumbu karang, lamun, mangrove) yang menyediakan barang (ikan, minyak, mineral logam) dan jasa lingkungan (penahan ombak, wisata bahari) bagi masyarakat.

Berbagai inisiatif pengelolaan pulau-pulau kecil harus dilihat dalam kaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan harus di managemen dalam kontek pembangunan daerah, diantara pemangku kepentingan harus menganut eksistensi pulau kecil harus dipertahankan sesuai dengan karakteristik dan fungsi yang dimilikinya, efisien dan optimal secara ekonomi (economically sound), berkeadilan dan dapat diterima secara sosial-budaya (socio-culturally just and accepted), dan secara ekologis tidak melampaui daya dukung lingkungan (environmentally friendly).

Beberapa rekomendasi strategi pengembangan kawasan pulau tugu binuang di lihat dari sudut pandang manajemen pembangunan daerah yaitu

 1. Kawasan pengembangan ekonomi

Pengembangan potensi ekonomi pulau tugu binuang diarahkan pada pengembangan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dari sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang dimiliki oleh pulau tersebut. Pemerintah berupaya membangun kawasan perekonomian di tugu binung sehingga bisa manjdi new based economy bagi masyarakat di kecamatan sikakap.

2. Kawasan pengembangan potensi pertanian, peternakan dan perikanan

Pulau tugu  binuang yang memiliki potensi pertanian dan peternakan sejak dahulunya merupakan modal besar dalam pengembangannya kedepan. Pengembangan pertanian dan peternakan secara berkelanjutan di kawasan pulau tugu binuang dilakukan dengan memperhatikan daya dukung dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut dikembangkan melalui pengolahan tanah dan pemeliharaan ternak yang seminimal mungkin dapat mengganggu kualitas perairan di sekitarnya. Potensi sumberdaya ikan laut yang cukup besar baik dari segi kuantitas maupun keragamannya perlu dikembangkan baik dari segi penangkapan maupun budidayanya. Dengan demikian, stok ikan yang secara alami merupakan salahsatu faktor pembatas dalam peningkatan produktivitas usaha dalam kegiatan penangkapan dapat dihindarkan.

3. Kawasan Pengembangan potensi pariwisata

Kekayaan sumber daya alam laut pulau tugu binuang dengan kualitas keindahan dan keasliannya berpotensi menjadi tujuan wisata, Di samping itu, kawasan ini  juga mempunyai potensi wisata terrestrial, yaitu wisata dengan pemanfaatan lahan daratannya.  Wisata terrestrial kawasan ini merupakan daya tarik tersendiri bagi penikmat pariwisata, mengingat kawasan tugu binuang adalah pulau yang sangat sepi, sehingga alamnya masih sangat asri. Dengan mempertimbangkan peran ekonomis dan fungsi ekologis serta potensi sumberdaya pulau tugu binuang  tersebut maka kegiatan kepariwisataan dilakukan melalui pendekatan ekosistem, pemberdayaan masyarakat setempat, pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan.

4. Kawasan pengembangan industri dan perdagangan

Kegiatan pengembangan industri dan perdagangan di kawasan pulau tugu binuang diarahkan pada kegiatan yang sesuai dengan jenis dan skala ekonomi, ketersediaan sumberdaya lokal, daya dukung kawasan, dampak terhadap lingkungan, jumlah dan kualitas sumberdaya manusia yang tersedia, pasar lokal dan regional yang akan dituju, sarana dan prasarana perhubungan yang menunjang dan lain lain. Di kawasan ini bisa dibangun industri pernak-pernik khas sikakap seperti gelang akar bahar yang sudah sangat terkenal, ukiran perhiasan rumah yang sangat menarik yang berasal dari sisa-sisa kayu di kawasan serta pengolahan hasil perikanan yang masih sangat minim. Pengembangan industri dan perdagangan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah dan antar pelaku serta untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan  memperluas basis ekonomi sehingga dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam peningkatan ekonomi daerah.

5. Kawasan pengembangan perhubungan dan telekomunikasi

Sektor perhubungan dan telekomunikasi merupakan pendukung bagi sektor riil dalam pelayanan jasa transportasi dan telekomunikasi. Pengembangan perhubungan dan telekomunikasi di kawasan ini diharapkan akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap jasa pelayanan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

 

By : Cici Anggara, S.pi.MP