ANGIN SEGAR BUDIDAYA KERAPU SETELAH TERBITNYA KEBIJAKAN KEMEN KP TENTANG KAPAL ANGKUT IKAN HIDUP
ANGIN SEGAR BUDIDAYA KERAPU SETELAH TERBITNYA KEBIJAKAN KEMEN KP TENTANG KAPAL  ANGKUT IKAN HIDUP

Tanggal post: 22-08-2016, Jam 17:12 WIB | User: Telukbuo


Ikan kerapu (Epinephelus spp.) merupakan salah satu jenis ikan laut yang populer di pasaran dalam dan luar negeri dan memiliki nilai ekonomis tinggi di Asia Tenggara sehingga menjadi komoditas budidaya laut unggulan untuk diekspor dengan nilai yang cukup tinggi terutama ke Hongkong, China dan Singapura.  Harga jual ikan konsumsi ditingkat pembudidaya untuk jenis Kerapu Bebek bisa mencapai sekitar Rp. 400.000,-, Macan Rp. 200.000,- untuk jenis Hybrid (Cantik dan Cantang) bisa mencapai Rp. 100.000,- perkilogramnya. 

            Pengembangan budidaya ikan kerapu dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) berkembang dengan pesat sejak Tahun 2011 dengan adanya program dan kegiatan DKP Provinsi Sumbar dalam pengembangan kawasan sentra produksi perikanan melalui bantuan KJA dan Benih Ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan pada kawasan sentra produksi, salah satunya di Sungai Nipah Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan data yang ada pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pesisir Selatan jumlah KJA yang ada di Sungai Nipah sampai Tahun 2016 adalah sebanyak 160 lubang KJA HDPE (high density polyethiylen) dan 44 lubang KJA Kayu yang berasal dari bantuan KKP, Dinas Provinsi dan Kabupaten dengan potensi lahan pengembangan 5 ha. Jumlah pembudidaya yang terlibat dalam usaha budidaya ikan kerapu di Sungai Nipah ini mencapai 175 KK yang merupakan anggota dari  Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan).

 Usaha budidaya kerapu ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sei. Nipah karena dapat memberikan tambahan  penghasilan bagi mereka disamping menangkap ikan kelaut. Menurut ketua Pokdakan Maju Bersama Bapak Joniwar yang ditemui pada saat pembinaan menyatakan “Kami sangat bersyukur sekali telah dibina oleh Dinas dalam pengembangan budidaya Kerapu ini, meskipun panen ikan setahun sekali namun dengan hasilnya Kami telah bisa membangun rumah yang layak dan membantu biaya pendidikan anak-anak. Sejak Januari 2016 ini Pokdakan Maju Bersama telah berhasil panen ikan Kerapu sebanyak 2 kali dengan jumlah produksi 5 ton, pada Bulan Februari 1,5 ton dan Bulan Mei 3,5 ton diperkirakan pada Bulan September juga ada stock ikan yang akan dipanen sebanyak 2 ton lagi”, ungkap Joniwar yang merupakan nelayan teladan 2015 versi KKP . Berdasarkan data DKP Kab. Pessel hasil produksi budidaya KJA yang telah dihasilkan di kawasan Sei. Nipah sejak Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2016 jika diakumulasikan sudah mencapai 28,62 Ton dengan rata-rata produksi pertahun 4,77 ton. Nilai transaksi diperkirakan mencapai 6,2 Milyar, ini merupakan bukti konkrit dari dampak terlaksananya program pemerintah dalam memajukan ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan khususnya di Sungai Nipah Kab. Pesisir Selatan.

Namun demikian masih ada kendala dan tantangan yang harus dibenahi kedepan guna menjaga keberlanjutan usaha budidaya ikan kerapu ini. Beberapa kendala dan tantangan yang dihadapi pembudidaya dalam upaya peningkatan  produksi ikan kerapu adalah bagaimana mendapatkan benih ikan yang tumbuh cepat, FCR rendah, tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan penyakit serta memiliki performa yang disukai oleh konsumen. Oleh karena itu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar melalui UPTD BBIP Teluk Buo telah melakukan pelayanan dan pembinaan teknis budidaya kerapu kepada Kelompok Pembudidaya khususnya di Sei. Nipah secara kontinyu.

Kita patut bersyukur, Ekport Ikan Kerapu bisa  kembali dilakukan setelah sebelumnya sempat terhenti akibat Surat Edaran Dirjen Perikanan Budidaya Nomor : 6672/DPB/TU.210.D5/XI/2014 tentang Penghentian Sementara (moratorium) Surat Izin Kapal Pengangkut/Pengumpul Ikan (SIKPI) di Bidang Pembudidayaan Ikan. Sekarang gairah pembudidaya kembali bangkit setelah diberangkatkannya Ikan Kerapu sebanyak 15 Ton melalui kapal Hongkong pada tanggal 13 Agustus 2016 yang lalu, hal ini merupakan ekspor perdana ikan kerapu hidup setelah diterapkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 15/2016 tentang Kapal Angkut Ikan Hidup. UPTD BBIP Teluk Buo juga bergembira dengan berita ekspor perdana ini, dengan bangkitnya semangat pembudidaya, BBIP selaku penyedia benih juga merespon baik dengan berupaya menyiapkan stock benih bermutu guna menjaga kelangsungan dan keberlanjutan usaha budidaya kerapu bagi masyarakat Sumbar pada umumnya dan Sungai Nipah khususnya dengan harapan melalui usaha budidaya ikan kerapu ini tingkat kesejahteraan masyakat nelayan dan pesisir bisa terus ditingkatkan.

By : Wandi Afrizal, S.Pi