BBIP LAKUKAN UJI COBA PENYUNTIKAN SUPPLEMEN TERHADAP INDUK IKAN KAKAP PUTIH
BBIP LAKUKAN UJI COBA PENYUNTIKAN SUPPLEMEN  TERHADAP INDUK IKAN KAKAP PUTIH

Tanggal post: 06-06-2016, Jam 07:06 WIB | User: Telukbuo


Ikan kakap putih (Lates calcalifer, Bloch) merupakan salah satu jenis ikan laut yang mempunyai nilai ekonomis penting untuk pasar lokal dan eksport ke negara Australia. Ditinjau dari sifat biologi, ikan ini mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan untuk dibudidayakan antara lain bersifat euryhalin artinya dapat mentolerir perubahan salinitas dan mampu tumbuh dan berkembang dengan cepat  jika di pelihara dalam KJA (Keramba Jaring Apung) atau dalam tambak dengan kondisi lingkungan yang dikelola dengan baik.

Budidaya ikan Kakap Putih didalam KJA sudah mulai dilakukan oleh beberapa pembudidaya di Kabupaten Pesisir Selatan seperti Carocok Tarusan dan Sungai Nipah, karena dinilai memiliki prospek harga yang cukup baik untuk dikembangkan. Selain memiliki pasar eksport ikan Kakap Putih juga cukup diminati dipasar lokal, harga jualnya juga cukup bersaing dibandingkan dengan ikan Kerapu Hibrid (Cantik/ Cantang) sekitar Rp. 80.000 – 90.000 per kilogramnya dan masa pemeliharaannya juga relative lebih singkat yaitu sekitar 6 bulan dari ukuran benih tebar sampai ukuran bobot 500 gram sehingga bisa menjadi komoditi alternative yang memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan selain ikan kerapu. Oleh karena itu UPTD BBIP Teluk Buo sejak tahun 2015 juga sudah mulai mengembangkan kegiatan pembenihan ikan kakap putih.

Selama ini pemeliharaan induk ikan kakap putih di BBIP Teluk Buo selain dilakukan lingkungan media pemeliharaan terjaga dengan baik. juga dilakukan pemberian makanan sebanyak 5% dari berat biomass setiap harinya. Makanan yang diberikan mempunya peranan yang sangat penting untuk pertumbuhan dan tingkat fekunditas gonad ikan. Selain itu juga akan  berpengaruh terhadap kualitas telur dan larva yang dihasilkan. Pematangan gonad induk dapat dilakukan dengan pemberian makanan yang baik secara kuantitas dan kualitasnya berupa ikan rucah segar/cumi, ditambah dengan vitamin E yang diberikan sekali dalam seminggu dengan dosis  induk ikan dan Vitamin C selama dua minggu sekali dengan dosis 2% dari jumlah makanan yang diberikan perhari.

Berdasarkan siklus reproduksinya ikan Kakap Putih termasuk jenis ikan hermaprodit protandri, yaitu pada awal fase reproduksinya mempunyai kelamin jantan kemudian berubah kelaminnya menjadi betina. Keberhasilan dalam pembenihan ikan kakap putih, tergantung pada ketersediaan induk matang telur dengan mutu yang baik, yang dapat manghasilkan benih ikan kakap putih yang cepat tumbuh dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Kondisi Induk ikan kakap putih yang ada di BBIP Teluk Buo saat ini sebanyak 40 ekor dengan ukuran perekor berkisar antara 1,5 s/d 3 kg dan ukuran rata-rata 2,5 kg/ekor. yang diperoleh dari hasil pembesaran di KJA selama 2 tahun.

Dalam rangka menjaga kondisi induk ikan kakap putih dari gangguan micro organisme, racun dan logam berat  yang ada di lingkungan media pemeliharaan atau dalam tubuhnya, yang akan mempengaruhi kesehatan sekaligus menggangu perkembangan gonadnya,  maka selain perlakuan pemberian makanan dan vitamin yang sudah dilakukan, BBIP Teluk melakukan uji coba penyuntikan supplemen          (Chlorophyl dan Omega Squa) terhadap induk ikan kakap putih sebanyak 40 ekor.

Manfaat dari Chlorophyl adalah menghambat pertumbuhan bakteri .Melancarkan dan menyeimbangkan sistem hormonal serta keseimbangan asam basa dalam tubuh, sedangkan manfaat dari Omega Squa membuang racun dan logam berat yang mengurangi kemampuan sistim tubuh. Dasar dilakukan penyuntikan agar suplemen yang diberikan kepada induk ikan kakap putih dapat di proses langsung melalui sistem peredaran darah dalam tubuhnya. Penyuntikan supplemen omega squa dengan dosis 2 ml dilakukan pada bagian kanan punggung, kemudian ikan diistirahatkan selama 15 menit dan setelah itu dilakukan lagi penyuntikan supplemen chlorophyl sebanyak 3 ml pada bagian kiri punggung ikan kakap putih. Kegiatan uji coba ini akan dilakukan selama 3 bulan kedepan dan setiap bulannya akan dilakukan penyuntikan kembali sekaligus mendata kegiatan uji coba ini.