TEMU BISNIS INVESTASI
TEMU BISNIS INVESTASI

Tanggal post: 23-08-2018, Jam 04:26 WIB | User: P2hkp


 

MERAIH MINAT INVESTOR MELALUI

TEMU BISNIS INVESTASI KELAUTAN DAN PERIKANAN SUMATERA BARAT

 

Potensi Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat sangat menjanjikan sehingga perlu dikembangkan dan informasikan kepada investor yang berminat berinvestasi dibidang ini. Berbagai kemudahan yang dijanjikan pemerintah provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen dalam upaya peningkatan pembangunan ekonomi Sumatera Barat sebagai bentuk perwujudan nawacita presiden RI dibidang maritim di bumi Minangkabau. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui agenda tahunan pelaksanaan Temu Bisnis Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan pada tangal 9 Agustus 2018 di Hoel Balairung Jakarta. Temu Bisnis ini dihadiri oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, Walikota dan Bupati Prov. Sumatera Barat,  Kepala Dinas Propinsi/kab/kota Sumatera Barat terkait, KKP RI, PT. PNM, LPDB, LPMUKP, Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan di Propinsi Sumatera Barat, Investor di bidang kelautan dan perikanan dan perantau minang.

Rangkaian kegiatan Temu Bisnis Investasi Kelautan dan Perikanan diawali dengan sambutan dan pembukaan secara resmi oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, dalam sambutannya Gubernur menyampaikan potensi peluang usaha sektor kelautan dan perikanan dan secara jelas tentang fasilitasi insentif yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bagi calon investor yang akan berinvestasi di Sumatera Barat. Selanjutnya dilakukan penandatanganan dan penyerahan pinjaman dana bergulir dari lembaga pengelola dana bergulir (LPUMKP) kepada pelaku usaha perikanan di Sumatera Barat sebesar Rp. 10.795.000.000,- dengan rincian:

  • Koperasi STF Amanah Mentawai, Sikakap-kab.Mentawai sebesar 530.000.000,- KUB nelayan Carolina kelurahan bungus selatan padang sebesar 150.000.000, BPR samudera Pesisir Selatan sebesar 3 Milyar, Pokdakan Farm Bioflog Ar-Razaq sebesar 500 Juta, BPR Mutiara pesisir Tiku Kabupaten Agam sebesar 6 Milyar dan koperasi pokdakan pandan serumpun maninjau Kab. Agam sebesar 615 Juta
  • Penandatanganan perjanjian kredit PT. PNM sebesar 5 milyar kepada pokdakan maju bersama kec. Mungka kab. Lima Puluh Kota sebanyak 2 Milyar, Pokdakan dan poklahsar cahaya bersinar kota Solok sebesar 1,5 Milyar dan pokdakan Sijunjung 500 juta.

 

 

 

Menyambung paparan Bapak Gubernur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan secara teknis dan terinci Peluang Bisnis dan Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi peluang bisnis bidang kelautan dan perikanan baik dibidang pengolahan, pemasaran, budidaya dan tangkap yang didukung oleh posisi strategisnya maupun luas wilayah yang dimilikinya. Beberapa peluang usaha dan investasi yang ditawarkan yaitu : 

  1. Penangkapan dan pengolahan ikan tuna : sudah eksport ke Jepang, amerika dan eropa
  2. Budidaya ikan kerapu masih terbuka peluang
  3. Budidaya rumput laut
  4. Budidaya kerang mutiara  : Sudah panen sebanyak 9.000 butir
  5. Budidaya Udang Vaname : saat ini hampir 200 petak sudah terlaksana di Prov. Sumatera Barat
  6. Produk olahan hasil – hasil perikanan
  7. Ikan Hias endemic Sumatera Barat
  8. Potensi wisata bahari
  9. Industri galangan kapal : galangan yang ada di sumatera barat baru untuk kapal yang berukuran <20 GT
  10. Pabrik es, cold storage dan ice storage
  11. Pabrik pakan dan pellet, dimana belum ada satu pun pabrik pakan yang berdiri di Sumatera Barat

 

Kegiatan semakin menarik dengan adanya pemaparan oleh beberapa narsumber lain dari Ditjen. Penguatan dan Saing Kelautan dan Perikanan KKP. RI, Ketua Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia dan Pengusaha budidaya udang vaname sehingga menuai animo para peserta untuk berdiskusi  berbagai hal terkait peluang dan problem solving kendala di lapangan yang di dengar langsung oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat .

 

Dari telaahan terhadap kegiatan Temu Bisnis Investasi Kelautan dan Perikanan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan dengan baik dan lancar dan sangat bermanfaat dengan terbukanya informasi yang dibutuhkan oleh calon investor serta kendala yang dihadapi di lapangan untuk berinvestasi di Sumatera Barat sehingga bisa langsung ditanggapi dan dicarikan solusi terbaiknya, komitmen pemerintah provinsi Sumatera Barat akan terus mendampingi investor baik dalam menyikapi berbagai permasalahan dan dukungan perizinan, deregulasi yang menguntungkan kedua pihak serta melibatkan tokoh masyarakat dan ninik mamak menyelesaikan kendala lapangan. Disamping itu juga telah ditandatanganinya  MOU kerjasama pihak pembiayaan dengan UMKM dalam mendukung permodalan serta peluang kerjasama dan peluang pemasaran produk UMKM dengan beberapa pengusaha/perantau minang. Mngingat pentingnya Kegiatan Temu Bisnis Investasi Kelautan dan Perikanan ini diharapkan dapat dilakukan  secara kontiniu setiap tahun, selanjutnya perlu upaya aksi dalam  tindak lanjut hasil kesepakatan pada saat kegiatan temu Bisnis Investasi ini.

 

 

--------TERIMAKASIH---------

Bidang PDSKP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MERAIH MINAT INVESTOR MELALUI

TEMU BISNIS INVESTASI KELAUTAN DAN PERIKANAN SUMATERA BARAT

 

Potensi Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat sangat menjanjikan sehingga perlu dikembangkan dan informasikan kepada investor yang berminat berinvestasi dibidang ini. Berbagai kemudahan yang dijanjikan pemerintah provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen dalam upaya peningkatan pembangunan ekonomi Sumatera Barat sebagai bentuk perwujudan nawacita presiden RI dibidang maritim di bumi Minangkabau. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui agenda tahunan pelaksanaan Temu Bisnis Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan pada tangal 9 Agustus 2018 di Hoel Balairung Jakarta. Temu Bisnis ini dihadiri oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, Walikota dan Bupati Prov. Sumatera Barat,  Kepala Dinas Propinsi/kab/kota Sumatera Barat terkait, KKP RI, PT. PNM, LPDB, LPMUKP, Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan di Propinsi Sumatera Barat, Investor di bidang kelautan dan perikanan dan perantau minang.

Rangkaian kegiatan Temu Bisnis Investasi Kelautan dan Perikanan diawali dengan sambutan dan pembukaan secara resmi oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, dalam sambutannya Gubernur menyampaikan potensi peluang usaha sektor kelautan dan perikanan dan secara jelas tentang fasilitasi insentif yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bagi calon investor yang akan berinvestasi di Sumatera Barat. Selanjutnya dilakukan penandatanganan dan penyerahan pinjaman dana bergulir dari lembaga pengelola dana bergulir (LPUMKP) kepada pelaku usaha perikanan di Sumatera Barat sebesar Rp. 10.795.000.000,- dengan rincian:

  • Koperasi STF Amanah Mentawai, Sikakap-kab.Mentawai sebesar 530.000.000,- KUB nelayan Carolina kelurahan bungus selatan padang sebesar 150.000.000, BPR samudera Pesisir Selatan sebesar 3 Milyar, Pokdakan Farm Bioflog Ar-Razaq sebesar 500 Juta, BPR Mutiara pesisir Tiku Kabupaten Agam sebesar 6 Milyar dan koperasi pokdakan pandan serumpun maninjau Kab. Agam sebesar 615 Juta
  • Penandatanganan perjanjian kredit PT. PNM sebesar 5 milyar kepada pokdakan maju bersama kec. Mungka kab. Lima Puluh Kota sebanyak 2 Milyar, Pokdakan dan poklahsar cahaya bersinar kota Solok sebesar 1,5 Milyar dan pokdakan Sijunjung 500 juta.

 

 

 

Menyambung paparan Bapak Gubernur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan secara teknis dan terinci Peluang Bisnis dan Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi peluang bisnis bidang kelautan dan perikanan baik dibidang pengolahan, pemasaran, budidaya dan tangkap yang didukung oleh posisi strategisnya maupun luas wilayah yang dimilikinya. Beberapa peluang usaha dan investasi yang ditawarkan yaitu : 

  1. Penangkapan dan pengolahan ikan tuna : sudah eksport ke Jepang, amerika dan eropa
  2. Budidaya ikan kerapu masih terbuka peluang
  3. Budidaya rumput laut
  4. Budidaya kerang mutiara  : Sudah panen sebanyak 9.000 butir
  5. Budidaya Udang Vaname : saat ini hampir 200 petak sudah terlaksana di Prov. Sumatera Barat
  6. Produk olahan hasil – hasil perikanan
  7. Ikan Hias endemic Sumatera Barat
  8. Potensi wisata bahari
  9. Industri galangan kapal : galangan yang ada di sumatera barat baru untuk kapal yang berukuran <20 GT
  10. Pabrik es, cold storage dan ice storage
  11. Pabrik pakan dan pellet, dimana belum ada satu pun pabrik pakan yang berdiri di Sumatera Barat

 

Kegiatan semakin menarik dengan adanya pemaparan oleh beberapa narsumber lain dari Ditjen. Penguatan dan Saing Kelautan dan Perikanan KKP. RI, Ketua Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia dan Pengusaha budidaya udang vaname sehingga menuai animo para peserta untuk berdiskusi  berbagai hal terkait peluang dan problem solving kendala di lapangan yang di dengar langsung oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat .

 

Dari telaahan terhadap kegiatan Temu Bisnis Investasi Kelautan dan Perikanan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan dengan baik dan lancar dan sangat bermanfaat dengan terbukanya informasi yang dibutuhkan oleh calon investor serta kendala yang dihadapi di lapangan untuk berinvestasi di Sumatera Barat sehingga bisa langsung ditanggapi dan dicarikan solusi terbaiknya, komitmen pemerintah provinsi Sumatera Barat akan terus mendampingi investor baik dalam menyikapi berbagai permasalahan dan dukungan perizinan, deregulasi yang menguntungkan kedua pihak serta melibatkan tokoh masyarakat dan ninik mamak menyelesaikan kendala lapangan. Disamping itu juga telah ditandatanganinya  MOU kerjasama pihak pembiayaan dengan UMKM dalam mendukung permodalan serta peluang kerjasama dan peluang pemasaran produk UMKM dengan beberapa pengusaha/perantau minang. Mngingat pentingnya Kegiatan Temu Bisnis Investasi Kelautan dan Perikanan ini diharapkan dapat dilakukan  secara kontiniu setiap tahun, selanjutnya perlu upaya aksi dalam  tindak lanjut hasil kesepakatan pada saat kegiatan temu Bisnis Investasi ini.

 

 

--------TERIMAKASIH---------

Bidang PDSKP