PEMECAHAN REKOR MURI DENGAN PENYAJIAN SALA LAUK
PEMECAHAN REKOR MURI DENGAN PENYAJIAN SALA LAUK

Tanggal post: 20-08-2018, Jam 07:00 WIB | User: Dinas Kelautan


PEMECAHAN  RECORD  MURI PENYAJIAN  SALA  LAUK  SEBANYAK 50.000 PORSI

Gerakan memasyarakat makan ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat bersama Forikan Sumatera Barat tanggal 24 Juli 2018 bertempat di halaman Kantor Gubernur, menggelar kampanye melalui pemecahan record Muri penyajian Sala lauak terbanyak  yaitu 50,000 porsi. Penentuan dipilihnya olahan Sala lauak ini adalah karena Sala lauak merupakan makanan spesifik di Sumatera Barat yang berasal dari Kab/Kota Pariaman yang telah dikenal dan digemari oleh masyarakat

Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan Peringatan hari makan Ikan  dan Hari Anak Nasional dengan melibatkan 2000 anak Paud dari Kab/Kota se Sumatera Barat dan bazar berbagai hasil olahan perikanan oleh pelaku usaha pengolah ikan seperti rendang ikan, mpek mpek ikan, stick udang, tepung sala, nugget ikan, kerupuk ikan, dll.

Ibu Nevi Irwan Prayitno selaku Ketua Forikan dan sekaligus Ketua Himpaudi atau yang biasa disebut Bunda Paud, mensinergikan kegiatan ini sangat tepat terutama  dalam  mendukung usaha maupun program pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Ketua Forikan juga menyampaikan manfaat makan ikan bagi anak - anak terutama untuk kecerdasan dan kesehatan. Gizi dan protein yang terkandung dalam ikan sangat baik  mudah dicerna dan harganya terjangkau oleh setiap lapisan masyarakat.

Kegiatan yang dibuka oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat ini,  diawali dengan kegiatan senam bebek berenang yang dilakukan oleh 2000 orang anak – anak paud.  

Momentum peringatan HAN 2018 serta Hari Makan Ikan  dengan menyediakan sebanyak 50 ribu porsi sehingga memecahkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). "Ada 50 ribu sajian sala lauak yang kita sediakan. Selain untuk memecahkan rekor MURI. Juga sebagai bentuk sosialisasi kepada anak-anak kita agar gemar memakan ikan," ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Selasa (24/7) saat membuka kegiatan Hari Anak Nasional 2018  dan Hari Makan Ikan tingkat Sumbar di Kantor Gubernur.

Disebutkannya, dengan dikemas menjadi sala lauak, itu lebih praktis sehingga anak-anak dapat langsung mengkonsumsinya. "Ada anak yang tidak suka ikan, agar mereka suka makan ikan. Maka kemaslah dengan bentuk yang kreatif dan praktis sehingga dapat langsung di konsumsi anak, contohnya dengan sala lauak ini," katanya. Dikatakan Irwan, bahwa konsumsi ikan bagi anak-anak. Apalagi tingkat paud dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasannya, karena ikan mengandung vitamin yang baik untuk anak-anak.

Kesempatan yang sama  juga disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat  Ir. Yosmeri, sala lauak tidak hanya bisa diolah dari ikan laut saja. Tetapi, semua ikan dapat diolah menjadi makanan sala lauak ini, sebab sala ini sangat mudah dibuat. Tingkat konsumsi ikan  Sumbar tahun 2017 sebesar  36,80 Kg per kapita. Sehingga diharapkan dapat terus mengalami peningkatan, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dan Forikan  punya cara kreatif untuk mengampanyekan budaya makan ikan.

Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar,dengan  terpecahkannya record Muri Sajian Sala lauak sebanyak 50,000 porsi, mudah - mudahan memberikan dampak yang baik dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan masyarakat di Sumatera Barat.