Rakor Forikan
Rakor Forikan

Tanggal post: 23-03-2018, Jam 07:48 WIB | User: P2hkp


RAPAT KOORDINASI FORIKAN TAHUN 2018

 

Dalam rangka mensinergikan Program/Kegiatan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Sumatera Barat dengan Forikan Kabupaten/Kota se Sumatera Barat maka dilaksanakan Rapat Koordinasi Forikan pada tanggal 1 Maret 2018 di Hotel Daima Padang. Rakor Forikan dihadiri oleh Pengurus Forikan Provinsi Sumatera Barat, Ketua Forikan Kabupaten/Kota dan Kepada OPD terkait Kabupaten/Kota. Narasumber yang hadir pada Kegiatan tersebut adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Bapak Ir. Yosmeri, Ketua Forikan Provinsi Sumatera Barat Ny. Hj. Nevi Irwan Prayitno, Kementerian Kelautan dan Perikanan Bapak Erwin Dwiyana, Cheff Pusat Ny. Sis Cartica Soewitomo.

Visi Forikan Provinsi Sumatera Barat “ Menjadikan Ikan Sebagai Sumber Protein Utama Dalam Menu Makanan Sehari-hari di Provinsi Sumatera Barat” dan Misinya “ Mewujudkan Masyarakat Sumatera Barat untuk Mengkonsumsi Ikan Setiap Hari Dalam Menu Keluarga”.  Forikan di Provinsi Sumatera Barat pada awalnya terbentuk tahun 2011 berdasarkan SK Gubernur Sumbar Nomor : 520-209-2011 tanggal 27 April 2011 dimana Ketuanya merupakan Ibu Gubernur Sumatera Barat.

Sejak terbentuknya hingga sekarang telah banyak kegiatan yang dilaksanakan seperti Lomba Implementasi Kinerja Forikan Daerah, Lomba Forikan Nagari/Kelurahan di Kabupaten/Kota, Lomba Implementasi Gemarikan pada Kurikulum PAUD, Lomba Implementasi Gemarikan pada Rumah Makan yang Menyajikan Menu Ikan.  Kegiatan lain Forikan yang berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat adalah Lomba Masak Serba Ikan, Lomba Inovasi Masakan Berbahan Baku Ikan, Lomba Jingle Tingkat SLTA, Sosialisasi Manfaat Makan Ikan dan Diversifikasi Pengolahan Hasil Kelautan dan Perikanan dengan menggunakan mobil Alih Teknologi Informasi.

Keistimewaan ikan, dalam alqur’an telah disebutkan yaitu surat al-Maidah ayat 96 yang artinya dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut dan makanan yang berasal dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kamu dan orang-orang dalam perjalanan, makna ini sejalan dengan penjelasan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa” laut adalah suci airnya dan halal bangkainya artinya satu-satunya hewan yang diciptakan Allah yang halal dikonsumsi walaupun dalam keadaan mati hanyalah ikan. Pendapat ini juga dibenarkan melalui penelitian para ahli kedokteran salah satunya prof. Yusuf Al-Hajj dalam bukunya kemukjizatan flora fauna.  Penelitian para ahli gizi lainnya menyatakan bahwa ikan memiliki unsur gizi yang sangat berkulaitas sehingga dinamakan “Smart Nutrien” karena mengandung protein 15 s/d 25%, asam lemak tak jenuh (omega, vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan manusia).