ARAH BARU PENGEMBANGAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN DI SIKAKAP
ARAH BARU PENGEMBANGAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN DI SIKAKAP

Tanggal post: 08-02-2018, Jam 07:19 WIB | User: Sikakap


ARAH BARU PENGEMBANGAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN DI SIKAKAP

Oleh : Cici Anggara, S.Pi

 

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu dari 19 Kabu­paten/Kota yang ada di Provinsi Su­matera Barat yang secara geografis terpisah dari Provinsi Sumatera Barat oleh laut, yaitu dengan batas sebelah utara adalah Selat Siberut, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, sebelah timur berbatasan dengan Selat Mentawai, serta sebelah barat berbatasan den­gan Samudera Hindia. Kabupaten Kepulauan Mentawai terdiri dari Gugusan Pulau – Pulau yaitu : Pulau Siberut , Pulau Sipora , Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan dan 105 pulau kecil lainya.

Kekayaan Sumberdaya alam di ka­bupaten ini terdiri dari sumberdaya alam dan jasa lingkungan. Kekayaan Sumberdaya alam termasuk dalam kelompok sumberdaya alam yang dapat pulih (renewable resources), secara ekonomis mempunyai nilai komersil yang sangat besar dan ka­lau dikelola dengan baik akan mem­berikan manfaat kepada masyarakat di kawasan tersebut. Potensi perekonomian di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada dasarnya dapat dikelola dan dikembangkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Pengelolaan dan pengembangan sumberdaya kelautan dan perikanan di Kabupaten kepulauan Mentawai juga berpotensi mengurangi kesen­jangan pembangunan antar wilayah serta kesenjangan antar kelompok sosial masyarakat. Dalam praktek pembangunan yang telah dilak­sanakan selama ini belum mencapai hasil yang optimum, sehingga pem­bangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat lamban. Hal tersebut disebab­kan oleh beberapa hal, diantaranya; 1) lokasi yang cukup terisolir, 2) keti­dakmampuan untuk mencapai skala ekonomi yang optimal, 3) kurangn­ya pemanfaatan sumberdaya secara optimal, 4) keterbatasan sarana dan prasarana, 5) pengembangan pemanfaatan perikanan yang masih, dan 6) kurangnya investor untuk berinvestasi

Berdasarkan hasil analisis citra satelit dari DKP Kabupaten Kepulauan Men­tawai (2012) menunjukkan kese­suaian lahan dan perairan di Desa Sikakap yaitu wilayah penangkapan ikan seluas 67.250,57 ha ( 90,66%), disusul pantai berpasir 3.523,38 ha (4,75 %), terumbu karang 1.448,03 ha ( 1,95%), mangrove 1.172,72 ha ( 1,58 %), pulau-pulau kecil 147,65 ha (1,89 %), dan peruntukan pesi­sir yang paling kecil adalah budidaya laut sebesar 147,65 ha (0,20 %).

Potensi kelautan dan perikanan di sikakap sesungguhnya dapat dikelola dan dikembangkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Namun demikian, pemanfaatan potensi sumber daya kelaut masih sangat rendah disebabkan kegiatan-kegiatan yang ada belum ter-integrasi dan komprehensif serta belum ter-sosialisasikannya produk unggulan yang ada di kawasan tersebut. Sebagai contoh, hasil tangkapan nelayan tidak memberikan benefit yang besar karena lokasi pasar yang jauh, kualitas ikan rendah dan serta tidak adanya investor yang berminat untuk berinvestasi.

Untuk itu, diperlukan profil investasi yang tujuan memunculkan produk Kelautan dan Perikanan berbasis Pulau-pulau Kecil dengan sistem pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan yang mengintegrasikan kegiatan pada sektor hulu (penyediaan bahan baku perikanan) dengan sektor hilir (pengolahan dan pemasaran), serta kelembagaan dalam suatu proses pembangunan kelautan dan perikanan sehingga mampu meng-guide para investor untuk membuka kran bisnis kelautan dan perikanan