MENINGKATKAN KESADARAN NELAYAN MELALUI PROGRAM POS KNT DI PPI SASAK
MENINGKATKAN KESADARAN NELAYAN MELALUI PROGRAM POS KNT DI PPI SASAK

Tanggal post: 26-01-2018, Jam 07:39 WIB | User: Carocok


Salah satu program kerja yang sangat positif yang telah dilaksanakan di salah satu pelabuhan perikanan yang berada di wilayah kerja UPTD PPP Carocok Tarusan yaitu pelabuhan perikanan Sasak Pasaman Barat, dalam kurunwaktu 1 tahun belakangan ini telah melaksanakan program Kesehatan Nelayan Tangguh (KNT) melalui kader-kadernya yang telah dilatih oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.

Pos Kesehatan Nelayan Tangguh yang berkantor di PPI Sasak dibentuk berdasarkan keputusan kepala UPT Puskesmas Sasak Nomor 19/A/Pusk-SSK/I/2017 yang diketuai oleh Bapak Pendra dengan jumlah 13 orang yang telah dilatih dalam hal mengatasi kasus-kasus kecelakaan kecil atau pun kasus kesehatan nelayan ketika beraktifitas di kapal maupun ketika aktifitas bongkar muat di pelabuhan. Menurut Pendra sebagai ketua, dengan adanya pos kesehatan nelayan tangguh di PPI Sasak telah dapat merubah pola pikir nelayan pada umumnya, yang dulunya belum mengerti bagaimana cara mengatasi kecelakaan2 kecil sewaktu bekerja menangkap ikan ke laut namun dengan adanya program ini nelayan telah banyak yang paham bagaimana cara menanggulangi bila terjadi kecelakaan kerja, sebagai contoh sebelum adanya program ini, ketika nelayan mengalami luka, kebiasaan mereka mengobati dengan cara memoleskan oli yang ada di kapal, namun sekarang mereka telah mengerti bahwa hal tersebut sebenarnya mempunyai efek yang tidak baik bagi kesehatan. Pendra juga menambahkan bahwa kebiasaan nelayan yang berlebihan dalam mengkonsumsi mie instan dan minuman2 yang mengandung kafein ketika melaut, sekarang mereka dapat meminimalisir kebiasaan tersebut karena mereka telah memahami dampak negatif terhadap kesehatan sehingga tidak lagi mengkonsumsinya secara berlebihan.

Jajaran pemerintahan yang ada di kecamatan Sasak Ranah Pasisie seperti jorong, walinagari dan juga camat sangat mendukung program KNT ini. Pada rapat koordinasi lintas sektoral yang ada di kecamatan Sasak Ranah Pasisie Ibu camat Nur Fauziah Zein, S.Sos menyampaikan bahwa program ini sangat baik dalam hal peningkatan kesehatan nelayan di Sasak, apalagi kecamatan Sasak Ranah Pasisie mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah nelayan. Ibu camat juga menyampaikan bahwa dengan adanya progaram ini maka penyakit yang selama ini tanpa disadari diderita oleh nelayan, dengan adanya pemeriksaan rurtin dari tim kesehatan atau pun kader yang telah ditunjuk, penyakit yang mereka derita tersebut akan secara cepat dapat teratasi.

            Komentar ibu camat Sasak Ranah Pasisie tersebut juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Maryeni Hendra, Amd. keb sebagai penanggung jawab program pos KNT dari Dinas Kesehata Pasaman Barat, bahwa setelah beberapa kali kami melaksanakan pembinaan dan pemeriksaan rutin terhadap nelayan di PPI Sasak, di awal-awal dilaksanakannnya program ini penyakit yang banyak kami temukan pada nelayan Sasak antara lain adalah penyakit kulit, gatal-gatal, darah tinggi, bahkan ada juga yang sering batuk-batuk dan setelah dperiksa lebih lanjut ternyata menderita tbc, namun kami bersyukur mereka secara rutin kami berikan obat sehingga keluhan mereka pada umumnya  sudah berkurang secara drastis. Maryeni menambahkan bahwa berdasarkan tingkat kejadian menunjukan bahwa masyarakat pekerja banyak mengalami penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Dari data tahun 2015-2016 terdapat 2 orang nelayan yang meninggal dilaut, 1 orang mengalami luka serius akibat kelalaian kerja dan 1 orang mengalami stroke dilaut karena tidak pernah memeriksakan kesehatan.

Maryeni juga menjelaskan bahwa program ini merupakan wahana pelayanan kesehatan kerja yang berada di tempat kerja informal maupun formal (seperti di Pelabuhan Perikanan) ini, yang dikelola oleh pekerja itu sendiri (kader) dan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja sehingga masalah kesehatan pada pekerja dapat dideteksi secara dini dan pekerja dapat memperoleh pelayanan kesehatan kerja yang memadai.

Adapun jenis program pelayanan kesehatan kerja yang dilaksanakan kata Maryeni antara lain adalah : 1. Pendidikan dan penyuluhan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), 2. Pemeriksaan kesehatan (awal, berkala, khusus), 3. Pengendalian bahaya (Fisik, Kimia, Biologi, Psikologi), 4. Surveilans Penyakit Akibat Kerja (PAK), Penyakit Akibat Hubungan Kerja (PAHK), Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) & penyakit lainnya, 5. Melaksanakan rujukan ke Puskesmas terdsekat dan 6. Monitoring Lingkungan Kerja

Melihat perkembangan positif dari program KNT ini, puskesmas Sasak menjadikan program ini sebagai program inovasi puskesmas dalam penilaian akreditasi puskesmas yang dilaksanakanpada Bulan November tahun lalu. Tim akreditasi bersama jajaran lintas sektoral yang ada di kecamatan Sasak telah meninjau langsung ke PPI Sasak dan melakukan pengecekan sarana dan prasarana serta peralatan kesehatan yang telah disediakan di Pos KNT. Salah satu tim akreditasi menyampaikan bahwa program KNT ini sangat bagus, namun beliau menyarankan agar ada tambahan sarana untuk pos KNT seperti labor pemeriksaan kolesterol, dan lain sebagainya yang memerlukan peralatan pemeriksaan laboratorium, karena pelaksanaan pemeriksaan selama ini baru sebatas pemeriksaan secara umum saja.

            Pos KNT yang dibentuk di Pelabuhan Perikanan sejalan dengan apa yang diharapkan dalam peraturan perundang undangan seperti apa yang dituangkan pada Badan khusus PPB yang menangani masalah perburuhan yaitu International labour Organization ( ILO, 2007), menyebutkan  bahwa Nakhoda memiliki tanggung jawab atas keselamatan awak kapal penangkap ikan di atas kapal dan tidak hanya pengoperasian kapal secara aman, termasuk juga melaksanakan supervisi untuk menjamin bahwa awak kapal ikan melaksanakan pekerjaan mereka pada kondisi paling aman dan sehat, mengatur awak kapal  dengan tujuan agar awak kapal  selamat dan sehat termasuk pencegahan kelelahan bagi awak kapal, serta mengadakan pelatihan keselamatan dan kesehatan di atas kapal.