PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH (KKPD)
PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH (KKPD)

Tanggal post: 26-01-2018, Jam 01:59 WIB | User: Kp3kp


Dalam rangka perlindungan dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang optimal serta berkelanjutan, pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat melaksanakan program pengelolaan kawasan konservasi di wilayah pesisir Sumatera Barat. Pengelolaan kawasan konservasi ini merupakan salah satu upaya strategis nasional sektor kelautan karena upaya ini mempunyai kaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan, baik aspek ekonomi, sosial, budaya maupun aspek lingkungan. Unsur-unsur sumber daya alam hayati dan ekosistemnya pada dasarnya saling tergantung antara satu dengan yang lainnya dan saling mempengaruhi sehingga kerusakan dan kepunahan salah satu unsur akan berakibat terganggunya ekosistem.

Tujuan dari dilaksanakannya pengelolaan kawasan konservasi ini adalah untuk menjaga ekosistem lingkungan dan biota laut serta meningkatkan sumberdaya ikan dan pelestarian lingkungan di wilayah pesisir dan laut Sumatera Barat.

Sumatera Barat memiliki 7 (tujuh) Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) yang terletak di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota administrasi kawasan pesisir yaitu Padang, Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman, Kab. Agam, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Pasaman Barat dan Kab. Kep. Mentawai. Di kawasan KKPD ini dilaksanakan kegiatan perlindungan dan pelestarian hewan, serta kegiatan pelestarian ekosistem lingkungan pesisir dan laut.

  1. Kegiatan Pelestarian Hewan Penyu

Penyu termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia. Bagian tubuh penyu termasuk telurnya merupakan satwa yang dilindungi oleh negara. Di dalam UU No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan pasal 7 ayat 5 telah disebutkan bahwa Menteri telah menetapkan jenis ikan dan kawasan perairan yang dilindungi. Salah satu jenis ikan yang dilindungi tersebut adalah penyu.

Penyu yang hidup bebas di habitatnya akan memberikan banyak manfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penyu memegang peranan yang amat vital bagi ketersediaan ikan laut. Oleh karena itu Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat mengelola tempat penangkaran penyu. Selain itu penangkaran penyu ini juga membantu menetaskan telur penyu yang didapat dari tepi pantai maupun yang telah dikumpulkan oleh masyarakat setempat. Anak penyu/tukik yang telah menetas kemudian dilepaskan ke laut.

Penangkaran penyu memiliki konsep gabungan antara konservasi dengan wisata. Di penangkaran penyu ini menerima kunjungan wisata maupun kegiatan melepas tukik bagi pengunjung. Terdapat 4 (empat) lokasi penangkaran penyu di Sumatera Barat yaitu KKPD Kota Padang, KKPD Kota Pariaman, KKPD Kab. Padang Pariaman serta KKPD Kab. Pesisir Selatan. Di Kab. Pesisir Selatan lokasi berada di Pulau Karabak Ketek.

Selain sebagai tempat wisata, penangkaran penyu juga dimanfaatkan sebagai tempat edukasi bagi anak TK, SD hingga mahasiswa yang dibimbing oleh petugas di penangkaran penyu tersebut.

Berikut jumlah total kunjungan di penangkaran penyu sepanjang tahun 2017:

NO

KAB/KOTA

JUMLAH PENGUNJUNG

1

Kota Pariaman

22.621

2

Kab. Pessel

200

3

Kab. Pdg Pariaman

1.079

4

Kota Padang

2.500

 

JUMLAH

26.400

 

 

  1. Kegiatan Pelestarian Ekosistem Pesisir dan Laut

Pelestarian ekosistem pesisir dan laut yang dilaksanakan pada program DKP Sumbar diantaranya adalah kegiatan pelestarian terumbu karang dan penanaman mangrove. Kedua ekosistem ini saling berkaitan di dalam keberlangsungan bagi beraneka ragam biota laut karena merupakan tempat hidup berbagai jenis hewan.

 

  • Transplantasi terumbu karang

Dalam rangka peletarian ekosistem terumbu karang, DKP Sumbar telah melakukan transplantasi terumbu karang dengan cara mencangkokkan potongan karang hidup dari terumbu karang yang kondisinya masih baik ke substrat buatan untuk kemudian diletakkan ke dasar laut. Pada tahun 2017 telah dilepaskan substrat transplantasi terumbu karang sebanyak 190 unit di kawasan Pulau Karabak Ketek dan sebanyak 200 unit di Pulau Pigagao, Kab. Pasaman Barat.

  • Penanaman mangrove

Hutan mangrove memiliki manfaat yang penting untuk keberlangsungan kehidupan di pesisir. Beberapa kegiatan tahun 2017 yang melakukan penanaman mangrove yaitu di Pulau Kapo-Kapo.