PENGEMBANGAN IKAN NILA PADA KAWASAN SENTRA PRODUKSI KAB. KEP. MENTAWAI
PENGEMBANGAN IKAN NILA PADA KAWASAN SENTRA PRODUKSI KAB. KEP. MENTAWAI

Tanggal post: 24-01-2018, Jam 08:19 WIB | User: Budidaya


Pengembangan Ikan Nila Pada Kawasan Sentra Produksi yang bertempat di Dusun Km. 37, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan

 

  • Kunjungan kelokasi langsung bersama Bapak Sudarmi Saogo (anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Sdr. Hasiholan Sibarani sekretaris Kelompok Gemari.

 

  • Kelompok Sasaran adalah “Pembudidaya Ikan GEMARI beralamat di Dusun Km. 37, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan. Dilokasi dapat dijumpai : Sdr. Sartinus Samaloisa dan Sekretaris Sdr. Hasiholan Staris (HP. 081314313905), dan 6 orang anggota kelompok.

 

  • Dapat kami informasikan tentang lokasi Dusun Km37, Desa Malakopa memiliki waktu + 3,5 - 4 Jam dari  Sikakap . Desa ini  mempunyai :
  • 17 Dusun , dari jumlah dusun tersebut 3 dusun diantaranya merupakan anggota kelompok Pembudidaya ikan Gemari, dengan jumlah anggota Inti 20 orang. Adapun  Dusun terkait yaitu : Dusun Laggai Sibau dengan jumlah Penduduk sekitar 40 KK, dusun Bagat Simalelet  jumlah penduduknya sebanyak 80 KK dan Dusun Puroragat Urimanuajat sebanyak 50 KK (total KK 3 Dusun = 170 KK).

 

  • Untuk kegiatan budidaya telah dimulai oleh : Anggota kelompok, tapi jumlah kecil untuk menghasilkan ikan dipancing warga saja. Kemudian karena tidak punya ilmu pengetahuan, maka tanpa terasa ikan hilang dengan sendirinya.  Dari hasil pengamatan lokasi, di duga banyak predator pada kolam tersebut, karena belum pernah dilakukan pengelolaan kolam sekalipun.

 

  • Untuk sekarang akan diusahakan secara berkelompok. Sebagai keseriusan kelompok ini dalam mengembangkan usaha budidaya ikan, telah dibuat Rumah sekretariat kelompok, dan tempat nginap anggota kelompok yang piket. (gambar rumah sekretariat).

 

  • Luas lahan untuk kegiatan budidaya perikanan yang telah dapat digunakan adalah ; 2 unit genangan air berupa kolam besar , tapi ada air masuk dan air keluarnya masih sangat tradisional, dengan luas rata-rata 1.250 – 1.500 m2  dan 1 seperti bentuk sungan memanjang, air mengalir .

 

  • Dari 2 Kolam besar tradisional dan 1 perairan yang berbentuk sungai tersebut,  satu lokasi sudah dikasi sekat seperti keramba jarring apung di danau maninjau . dari Info anggota sebagian KJA ini betul dibawa Bp. Saogo dari Maninjau dan sebagian ditambah di lokasi. Lokasi ini  terlihat dapat dioperasionalkan, namun kami telah melakukan pembinaan dan disepakati oleh kelompok dam anggota untuk melakukan goro dalam pembersihan dan pengerukan dasar kolam.  Hal ini disampaikan gunanya agar mendapatkan lokasi yang benar-benar siap untuk ditebar ikan.

 

  •  Untuk perairan lainnya, dikatakan oleh Bapak Sudarmi sambil jalan dibenahi dan dikembangkan melalui ikan yang ada/bantuan tersebut diseleksi untuk  dijadikan calon induk, dengan perawatan yang akan diajarkan pada pelatihan nantinya.  Terkait pengawasan serta monivator langsung oleh Bapak Sudarmi karna beliau setiap minggu pulang ke lokasi  ini (Rumah istri di lokasi ini).

 

Potensi usaha budidaya ikan di lokasi ini belum pernah di datangi oleh petugas manapun , termasuk penyuluh daerah se tempat, kecuali kita pada saat ini (informasii anggota ). Mereka berharap kedatangan kita untuk memotivasi mereka ini tidak menjadi yang sia-sia. Hal ini juga merupakan harapan kita. Karena di lokasi ini jauh dari laut, jauh dari pasar, sehingga untuk pangan sehari-hari cukup memprihatinkan, hanya memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitar, belum ada pelaku usaha pertanian lainnya, juga tidak adanya pedagang yang masuk ke lokasi.

 

  • Selanjutnya hasil musyawarah bersama Kepala Dusun, Ketua Kelompok, anggota serta Bp. Sudarmi  yang disampaikan ke kita :
  1.     Kelompok sangat berharap kegiatan  pada lokasi  mereka ini menjadi perioritas DKP –Bidang Budidaya Tahun ini.  Hal ini merupakan perdana pembinaan/bantuan usaha budidaya ikan sampai ke lokasi tersebut.  Disisi lain sangat berharap  bantuan dapat cepat ditebar dengan harapan pemenuhan kebutuhan mereka minimal 3 bulan/4 bulan akan dating dapat dirasakan hasil perikanan.

 

2.   Mereka berharap dapat pelatihan tuntas , ringkas dan dapat langsung dipahami untuk dipraktekan. Kemudian dibuatkan dalam bentuk gambar sertab tulisan di tempel didinding ruang kantor sekretariatnya, untuk pembelajaran. Berharap pelatihan diadakan di lokasi mereka sehingga dapat langsung praktek , jika ada pembelajaran pengelolaan kolam yang baik untuk usaha budidaya tersebut.

 

Perlu sentuhan pembinaan, penyuluhan yang intensif pada masyarakat tersebut, agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang berasal dari ikan terutama ikan air tawar seperti ikan nila, lele, gurami dan mas.

BY. BIDANG BUDIDAYA (R.A. KARTINA JUITA)