UPTD BBI SICINCIN MELAKUKAN PENGEMBANGAN INDUK UNGUL LELE "MUTIARA" (MUTU TINGGI TIADA TARA) KERJA SAMA DENGAN BALAI PENELITIAN DAN PEMULIAAN IKAN (BPPI) SUKAMANDI.
UPTD BBI SICINCIN MELAKUKAN PENGEMBANGAN INDUK UNGUL LELE

Tanggal post: 29-12-2017, Jam 04:27 WIB | User: Kpsdkp


Dengan adanya Program Penggunaan Induk Unggul (GAUL) yang dicanangkan oleh Ditjen Perikanan Budidaya.

UPTD BBI Sicincin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Merupakan BBI Sentral yang merupakan angota jejaring ikan lele yang mengembangkan Induk ungul strain baru ikan lele, yakni lele "mutiara" (mutu tinggi tiada tara) untuk meningkatkan kualitas benih ikan lele di daerah Provinsi Sumatera Barat.

Kepala UPTD BBIS Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Irwansyah Iyan  mengatakan untuk mengembangkan lele mutiara pihaknya mendapatkan bantuan Hibah Calon induk ikan Lele Mutiara Kelas Induk Dasar (GPS = Grand Parent Stock) tersebut dari Balai Penelitian dan Pemuliaan Ikan Sukamandi Jawa Barat. Bantuan yang diterima sebanyak Sepuluh Paket  terdiri atas 50 ekor lele jantan dan 100 ekor lele betina atau satu paket terdiri atas 5 ekor induk jantan dan 10 ekor induk ikan betina dengan berat 700 gr / ekor. Sesuai kerjasama yang sudah disepakati.

Pada tanggal 15 Agustus 2017 dilakukan penandatanganan naskah kerjasama antara Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera barat. Penandatangan ini dilakukan oleh Kepala Balai Penelitian Pemuliaan Ikan Dr. Imron., S.Pi., M.Si dan  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Ir. Yosmeri. Perjanjian Kerjasama dilaksanakan dalam Rangka Perbanyakan dan Distribusi Calon Induk Ikan Lele Mutiara di Wilayah Provinsi Sumatera Barat.


Calon Induk lele mutiara Kelas Induk Dasar (GPS = Grand Parent Stock) dirawat dan di besarkan di UPTD BBI Sicincin sampai menjadi Induk Yang sudah Siap Untuk di pijahkan. Pada Bulan November UPTD BBI Sicincin sudah memproduksi benih lele mutiara kelas Induk Pokok (PS  =  Parent Stock) sesuai dengan Protokol P01 Yaitu proses perbanyakan induk dan calon induk Pokok (PS  =  Parent Stock).

Berdasarkan yang dilakukan UPTD BBI Sicincin, lele Mutiara mempunyai keunggulan, antara lain pertumbuhan lebih tinggi dari pada lele lain hingga 20-40 persen, lama pemeliharaan singkat yakni 45-50 hari pada kolam tanah (benih tebar ukuran 5-7 centimeter atau 7-9 centimeter), Tingkat keseragaman mencapai 80% sehingga tidak perlu menyortir lagi, tahan terhadap penyakit dan toleransi terhadap stress tinggi, produktivitas tahap pembesaran 15-70 persen dari benih lele lain. Rasio tahap pembesaran 200-900 persen lebih tinggi dari benih lele lain.

UPTD BBI Sicincin  berharap produksi Perbanyakan induk Lele Mutiara kelas Induk Pokok (PS  =  Parent Stock) yang di hasilkan tersebut dapat di pergukan oleh Unit Perbenihan Rakyat (UPR) sebagai Induk unggul untuk mendapatkan benih sebar lele mutiara yang ber mutu. UPR tidak perlulagi susah payah mendatangkan induk lele mutiara dari Provinsi Jawa barat kerena hahun Ini UPTD BBI Sicincin Sudah Memperoduksi Induk dan calon induk Klas Induk Pokok (PS  =  Parent Stock) lele Mutiata.