KEGIATAN PENINGKATAN SARANA MESIN LONG TAIL BAGI NELAYAN DESA TERPADU (GPEMP) DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2017
KEGIATAN PENINGKATAN SARANA MESIN LONG TAIL  BAGI NELAYAN DESA TERPADU (GPEMP) DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2017

Tanggal post: 05-12-2017, Jam 09:13 WIB | User: Tangkap


Dalam rangka meningkatkan Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat, khususnya perikanan tangkap yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, meningkatkan taraf hidup masyarakat perikanan secara umum, dan dapat menciptakan lapangan kerja.  Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah  Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir sebagai upaya Pemberdayaan Sumberdaya Mayarakat baik secara perorangan maupun berkelompok melalui pengembangan teknologi tepat guna dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan.

            Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat melalui programnya melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Nelayan Desa Terpadu (GPEMP) melalui pemberian paket bantuan sarana  penangkapan berupa mesin long tail sebanyak 123 unit di 4 (empat) Kabupaten Yakni Kab. Pesisir Selatan sebanyak 36 unit, Kota Pariaman sebanyak 40 unit, Kab. Padang Pariaman sebanyak 35 unit, dan Kab. Kepulauan Mentawai sebanyak 12 unit.

 Tujuan diberikannya bantuan Sarana Mesin long tail ini adalah untuk Memperkuat teknologi dan sumberdaya manusia masyarakat pesisir khususnya nelayan melalui pengembangan alat gerak (perahu) dan pengembangan alat penangkap ikan, sehingga diharapkan terjadinya peningkatan produktivitas penangkapan ikan nelayan skala kecil (miskin) tersebut, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup nelayan dan masyarakat miskin di wilayah pesisir Provinsi Sumatera Barat.

Sebelum dilakukan penyerahan mesin long tail, terlebih dahulu diberikan pengarahan kepada nelayan penerima long tail oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat (Nasrul Abit), Kabid Perikanan Tangkap (Guswardi, S.Pt, M.Si) dan Kasi Pengelolaan dan Pengendalian Sumberdaya Ikan (Ir.Besty Lovianda, M.Si) agar memanfaatkan bantuan yang diberikan, jangan sampai disalah gunakan dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.