TEMU BISNIS INVESTASI SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN
TEMU BISNIS INVESTASI SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN

Tanggal post: 10-08-2017, Jam 03:13 WIB | User: P2hkp


Temu Bisnis Investasi

Sektor Kelautan dan Perikanan Sumbar        

di Balairung, Jakarta

 

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat terus giat mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan investasi sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Sumatera Barat. Dalam rangka mendorong  masuknya investor ke Sumatera Barat untuk berinvestasi mengembangkan industri dan usaha perikanan di Sumatera Barat, berkembangnya pemasaran hasil perikanan Sumatera Barat di pasar-pasar retail modern di luar Sumatera Barat, meningkatnya ekspor hasil perikanan serta meningkatnya perekonomian daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat baru baru ini telah menyelenggarakan kegiatan Temu Bisnis dan Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan Sumbar Tahun 2017 di Hotel Balairung Jakarta, Rabu (26/07/2017).

Temu Bisnis dan Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan Sumbar Tahun 2017 bertujuan untuk pengembangan investasi dan peluang usaha sektor kelautan dan perikanan dan untuk menunjang keberlanjutan usaha dalam mensejahterakan masyarakat  kelautan dan perikanan Sumatera Barat.

Perairan Sumatera Barat cukup kaya akan potensi kelautan dan perikanan sebagaimana yang diterangkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Ir. Yosmeri. Peluang investasi sektor kelautan dan perikanan seperti : Penangkapan tuna, tongkol dan cakalang menggunakan kapal Long Line, Hand Line dan Pole and Line dengan berbasis pendaratan di PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera ) Bungus Padang.

Produksi ikan tuna untuk ekspor segar dilakukan sekali seminggu ke Jepang melalui Bandara Internasiona Minangkabau (BIM). Sedangkan ekspor ikan tuna olahan dilakukan setiap bulan ke Miami, Amerika Serikat melalui pelabuhan Teluk Bayur.

Selanjutnya potensi yang tak kalah penting di Sumatera Barat adalah budidaya kerapu yang terdapat di Kab. Pesisir Selatan seluas 155 Ha, Kota Padang 35 Ha, Kab. Kep Mentawai sekitar 3000 Ha serta Kab Pasaman Barat dengan kawasan seluas 150 Ha.

Menurut Ir. Yosmeri, ekspor kerapu hidup langsung dijemput buyer Hongkong dan Cina ke lokasi keramba jaring apung dengan menggunakan kapal khusus kapasitas 15-20 ton/trip. Budidaya rumput laut sangat berpotensi untuk dikembangkan di kabupaten Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai dan Pasaman Barat.  Tambak Udang Vannamei sudah mulai dikembangkan dalam tahun 2016-2017. Prospek pengembangan tambak udang Vannamei sangat baik dibuktikan beberapa pengusaha tambak dibeberapa kabupaten yaitu Padang, Padang Pariaman. Areal potensi usaha tambak masih luas di beberapa kabupaten pesisir lainnya seperti  Pariaman, Pasaman Barat, Agam maupun  Kabupaten Kepulauan Mentawai. Yang tak kalah menarik yaitu Budidaya Kerang Mutiara yang sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2014 oleh PT. Tirta Mas Mutiara dari Nusa Tenggara Barat di Pulau Bintangur, Kabupaten Pesisir Selatan. Panen perdana dari panen mutiara tersebut  sudah dilaksanakan awal tahun 2017. Sumatera Barat mempunyai species ikan hias laut diantaranya Baling Padang dan Botana Biru yang permintaannya cukup tinggi dari luar negeri diantaranya Hongkong, Malaysia, Singapura dan Jepang. Disamping ikan hias laut, ikan hias air tawar Sumatera Barat yang berpotensi dikembangkan adalah ikan Gurame Padang dengan sentra produksi di Kabupaten 50 Kota.

Harapan pemerintah Sumatera Barat melalui Temu Bisnis Investasi ini adalah masuknya investor dan pelaku usaha baru sektor kelautan dan perikanan di Sumatera Barat; pelaku usaha/investor yang telah ada tetap eksis dalam menjalankan usahanya serta mengembangkan bisnisnya di Sumatera Barat; para pengusaha asal Sumatera barat/Para Perantau diharapkan investasi di Sumatear Barat khususnya usaha kelautan dan perikanan.

Gubernur Sumatera Barat , Irwan Prayitno memberikan apresiasi dan dorongan bagi pengembangan investasi sektor kelautan dan perikanan di daerah ini.  Apalagi potensi investasi tidak hanya pada bidang perikanan tangkap dan budidaya tetapi juga pada sektor perikanan non konsumsi seperti budidaya kerang mutiara. Dijelaskan Irwan Prayitno, laut Sumbar dinilai cocok untuk budidaya kerang mutiara karena memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang baik sehingga mampu menghasilkan mutiara yang berkualitas. Lokasi budidaya yang dikembangkan adalah Pesisir Selatan, Padang, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Pariaman dan Mentawai. Ditambahkan Irwan,  berita menggembirakan bahwa “pengusaha nasional dibawah bendera PT Tirta Mas Mutiara dari NTB sudah berinvestasi di Pulau Bintangor, Pesisir  Selatan dengan menanam 40.000 bibit mutiara”, terangnya

Menurut  Irwan Prayitno, para investor diharapkan jangan pernah ragu untuk berinvestasi di Sumatera Barat. Apapun kendalanya pasti akan dicarikan langkah dan solusinya secara bersama-sama.

Acara ini diikuti peserta yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, yang terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab/Kota, Pemerintah Kab/Kota, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BKPM Pusat, Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Pengusaha Perikanan di Sumatera Barat, Pengusaha Perantau Minang di Jakarta, Asosiasi dan Pengusaha Perikanan di Jakarta, Lembaga Pembiayaaan yaitu Perbankan, Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) dan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Jakarta dan Padang.

Adapun sebagai Pembicara/nara sumber terdiri dari Gubernur Sumatera Barat, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan,  Dirut Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB), Direktur PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pengusaha Tambak Udang Vannamei dari Lampung,